JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi sorotan karena vokal dan berani mengkritik Presiden Prabowo Subianto dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semrawut.
Ternyata Tiyo memang tumbuh dan besar di dalam lingkungan aktivis.
Sekolahnya saja saat SMA, ia memilih pendidikan di PKBM Omah Dongeng Marwah, sebuah sekolah alam alternatif di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Dikutip dari Instagram Jogja Student, Lembaga pendidikan berbentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ini merupakan sekolah swasta pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C yang berdiri sejak 2015, memiliki izin operasional sejak 2017, dan telah terakreditasi B di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
BACA JUGA:Ada ‘Sihir Istana', Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ogah Jika Diminta Prabowo ke Istana
Omah Dongeng Marwah Besutan Aktivis 98Dan rupanya, PKBM tersebut didirikan oleh para aktivis.
PKBM Omah Dongeng Marwah didirikan oleh mantan aktivis 98, lulusan UAIN Walisongo Semarang, Hasan Aoni, bersama aktivis sosial, aktivis lingkungan, jurnalis, guru, dan mahasiswa di Kudus sebagai lembaga pendidikan alternatif.
BACA JUGA:Ketua BEM UGM Tiyo Kena Teror Usai Kritik Presiden Prabowo, Adian Napitupulu Buka Suara
Kegiatan belajar berlangsung pukul 08.30 hingga 13.00 WIB dengan siswa dari berbagai jenjang, didampingi pendamping yang membimbing pengembangan literasi, seni, serta potensi akademik dan non-akademik tanpa pendekatan paksaan seperti sekolah formal.
“Omah Dongeng Marwah berdiri tahun 2015 atas inisiasi aktivis sosial, aktivis lingkungan, jurnalis, guru, dan mahasiswa,” kata pendiri Omah Dongeng Marwah, Hasan Aoni.
BACA JUGA:Tips Lolos Filsafat UGM Jalur UTBK-SNBT seperti Ketua BEM Tiyo Ardianto, Raih Skor 753
Sebagai sekolah alternatif, PKBM Omah Dongeng Marwah menerapkan pembelajaran berbasis eksplorasi potensi, termasuk penulisan karya ilmiah, pembuatan film dokumenter, seni, dan presentasi karya dengan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar.
Sekolah ini juga menjadi tempat belajar bagi siswa yang sebelumnya putus sekolah hingga kembali berprestasi, termasuk meraih juara lomba karya tulis ilmiah dan film dokumenter tingkat Kabupaten Kudus, serta menjadi tempat pendidikan Tiyo Ardianto sebelum menjabat Ketua BEM KM UGM 2025.
Di sela-sela acara diskusi dengan BEM FISH Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2026 bertema Imajinasi Reformasi Jilid II, Tiyo tersenyum saat ditanya bagaimana reaksi kampus UGM tentang aksinya dari mulai menulis surat ke UNICEF hingga mengkritik presiden dengan narasi Presiden Bodoh.
BACA JUGA:Ketika Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Bicara Soal Kepemimpinan Militer dan Militerisme di Indonesia
- 1
- 2
- »





