BRI, BNI, Mandiri dan BTN Rajin Bagi Dividen, Siapa Paling Royal?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Himbara senantiasa menjadi jangkar utama bagi para pelaku pasar, khususnya menjelang musim pembagian dividen.

Mengamati data historis dari tahun 2022 hingga proyeksi tahun 2026, keempat bank pelat merah ini menunjukkan tren peningkatan imbal hasil (yield) yang terukur kepada para pemegang saham.

Katalis positif yang saat ini menjadi perhatian pasar adalah kehadiran Danantara. Sebagai pengelola aset negara, Danantara tengah gencar mendorong peningkatan rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) dari perusahaan BUMN, termasuk perbankan guna meningkatkan kapabilitas Danantara sebagai liquidity provider di bursa.

Baca: Rekam Jejak Laba BRI dalam 18 Tahun: dari Rp6 T Kini Tembus Rp 57 T

Upaya optimalisasi setoran ke kas negara ini secara langsung memberikan keuntungan ekstra bagi investor publik, di mana bank-bank Himbara mendistribusikan porsi laba bersih yang lebih besar dibandingkan rata-rata historis tahun-tahun sebelumnya.

Bank Mandiri (BMRI)

Pertumbuhan laba bersih yang solid memposisikan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten dengan pembagian dividen yang konsisten.

Ditarik mundur ke 2022, BMRI memberikan yield sebesar 4,55%. Angka ini terus menunjukkan tren penguatan hingga mencapai puncaknya pada pembayaran tahun 2025 dengan yield menyentuh 9,05%.

Untuk proyeksi tahun 2026, BMRI diperkirakan membagikan dividen dengan yield di kisaran 7,32% pada periode Maret/April. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menyeimbangkan antara pembagian keuntungan bagi pemegang saham dan retensi modal untuk ekspansi kredit.

Bank Negara Indonesia (BBNI)

Bank Negara Indonesia mencatatkan eskalasi profil dividen yang paling signifikan dalam rentang lima tahun terakhir. Pada tahun 2022, perseroan membagikan dividen dengan yield di level 1,81%. Namun, seiring dengan perbaikan kualitas aset dan peningkatan profitabilitas, yield BBNI melonjak menjadi 8,22% pada 2025.

Memasuki periode pembagian Maret/April 2026, estimasi yield BBNI diproyeksikan berada di level 7,88%. Lonjakan persentase ini mengindikasikan komitmen kuat manajemen dalam menyesuaikan diri dengan arahan Danantara terkait optimalisasi rasio dividen.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Bank Rakyat Indonesia memiliki karakteristik yang membedakannya dari anggota Himbara lain, yakni frekuensi pembagian dividen yang seringkali dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun melalui mekanisme dividen interim dan final. Dari level yield 3,81% pada tahun 2022, total yield BBRI tumbuh secara eksponensial.

Pada tahun 2024 dan 2025, rentang yield yang diberikan berada di kisaran 8% hingga 9% secara tahunan. Untuk proyeksi Maret/April 2026, estimasi yield berada di angka 4,74%, yang menjaga tingkat likuiditas arus kas bagi investor jangka panjang.

Bank Tabungan Negara (BBTN)

Sebagai bank dengan fokus bisnis inti pada pembiayaan perumahan, Bank Tabungan Negara juga tidak tertinggal dalam tren peningkatan dividen ini. Sejarah mencatat BBTN memberikan yield yang moderat sebesar 1,35% pada tahun 2022. Akan tetapi, manajemen berhasil menaikkan rasio pembagian tersebut hingga mencapai yield 5,89% pada 2025.

Proyeksi untuk periode April/Mei 2026 menunjukkan yield BBTN akan berada pada level 5,39%, sebuah indikator bahwa bank ini mampu menjaga profitabilitas operasionalnya di tengah tantangan pada sektor properti.

Keempat bank Himbara terbukti mampu mempertahankan rekam jejak dividen yang cukup baik beberapa tahun terakhir ini, dari 2022 hingga proyeksi 2026 yang semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Intervensi kebijakan Danantara yang menargetkan dividen payout ratio yang lebih tinggi memberikan visibilitas imbal hasil yang sangat menarik bagi prospek investasi. Mengingat peningkatan kredit di bank-bank ini masih tergolong eksponensial, peningkatan porsi dividen dinilai tidak akan mengganggu ruang ekspansi mereka ke depan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Lonjakan Trafik RAFI 2026, Telkomsel Siapkan Jaringan Super Cepat dan 8 Posko Layanan di Sumatera
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Respons Purbaya Dapat Gift Saat Live TikTok Bareng Anak, Beri Imbauan Ini
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Daerah untuk Sekolah Aman dan Nyaman
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Pohon Tumbang di Kawasan Al-Markaz Saat Salat Jumat, Tak Ada Korban
• 19 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 3.045.000/Gram, Galeri24 di Rp 3.065.000/Gram
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.