Ketika 1.008 cahaya dipa dan irama damaru warnai malam Candi Prambanan

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta (ANTARA) - Hujan intensitas sedang turun menyapu hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Minggu 15 Februari 2026.

Namun mungkin karena sudah menjadi kehendak Sang Khalik, hujan ternyata tidak turun di wilayah Prambanan di perbatasan Sleman dan Klaten, tempat berdirinya sebuah bangunan peninggalan sejarah budaya pertengahan abad ke-9, tepatnya sekitar tahun 850 Masehi.

Air hujan tidak nampak membasahi kawasan pelataran candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno tersebut, sehingga tidak sampai mengganggu persiapan upacara Mahashivaratri yang diadakan oleh Umat Hindu untuk pertama kalinya di Indonesia.

Mahashivaratri yang merupakan hari suci dalam agama Hindu. Hari yang sering disebut sebagai "Malam Siwa" ini didedikasikan untuk menghormati Dewa Siwa. Perayaan ini jatuh setiap tahun pada malam ke-13 atau ke-14 Bulan Magha (penanggalan Hindu), yang ditandai dengan malam paling gelap sebelum Tilem Kepitu (bulan mati ke-7).

MahaShivaratri yang digelar di pelataran Candi Prambanan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Hindu dan Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan InJourney Destination Management (PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko).

Acara itu juga sebagai penutup rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 yang digelar sejak pertengahan Januari 2026.

Cahaya 1.008 dipa dan kumandang damaru

Setelah rangkaian upacara pembukaan Mahashivaratri dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dengan penyalaan 1.008 dipa (pelita) dan dikumandangkannya damaru (alat musik) yang melambangkan persatuan umat dalam doa.

Ribuan cahaya dipa dan lembut kumandag damaru ini menciptakan atmosfer yang mendukung meditasi mendalam demi kedamaian dan kesejahteraan di dunia (Jagadhita).

Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan hal ini merupakan momentum refleksi mendalam, penyucian jiwa, dan penguatan kebersamaan melalui rangkaian ritual sakral yang memadukan seni, budaya, dan spiritual nilai agung Candi Prambanan.

Nyoman Ariawan menyebut di Indonesia perayaan Mahashivaratri memiliki makna yang semakin kuat ketika dilaksanakan di kompleks Candi Prambanan yang merupakan kawasan candi Hindu terbesar di Indonesia.

Bunyi damaru (gendang kecil Siwa) yang mengiringi ritual menggugah umat untuk bangun dari tidur spiritual dan mulai melangkah di jalan kebijakan. Mahashivaratri menjadi momentum transformasi bagi setiap individu untuk melepaskan beban masa lalu dan lahir kembali dengan kesadaran yang lebih jernih dan bijaksana.

Mahashivaratri 2026 menghadirkan parade budaya dari Candi Kedulan di Tirtomartani, Kalasan, Sleman sampai ke Candi Prambanan. Barisan para pendeta membawa asap suci, panji-panji, tombak, benda sakral, dan shivalingga. Kirab juga membawa air suci dari 36 provinsi dan sembilan candi Nusantara yang telah disakralisasi oleh 35 Sulinggih dari seluruh Indonesia.

Prosesi Maha Gangga Tirta Gamana, di mana air dipersatukan sebagai simbol pemurnian diri dan harmoni semesta tersimpan makna tentang keterhubungan manusia, alam, dan spiritualitas. Ini sebagai simbol pembersihan diri dari segala kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Memasuki inti ritual, umat mengikuti persembahyangan Abhisekam atau upacara penyucian candi yang terdiri dari Abhisekam Mahashivaratri sebagai ritual persembahan puncak serta dilanjutkan dengan Abhisekam 4 dan Abhisekam 5 yang merupakan persembahyangan hingga fajar menyingsing.

Suasana magis dihadirkan melalui Festival Dhipa dengan 1008 dipa yang dinyalakan secara serentak diiringi bunyi damaru yang menggetarkan sukma. Kemegahan visual juga dihadirkan melalui atraksi video mapping yang membalut candi dengan teknologi cahaya, di area concourse dengan dekorasi yang menambah kekhusyukan suasana.

Melalui nyala dipa ini, manusia diingatkan untuk kembali pada keseimbangan hidup. Filosofi tiga sisi dipa mencerminkan energi Trimurti, Dewa Brahma sebagai penghasil cahaya awal, Dewa Wisnu sebagai penjaga harmoni dan kasih agar cahaya tetap hidup, serta Dewa Shiva yang melebur kegelapan untuk menuntun manusia menuju kesadaran diri tertinggi.

Dalam kegiatan ini wisatawan di Candi Prambanan juga dapat berpartisipasi dalam penyalaan 1.008 dipa dengan membeli tiket yang sudah mencakup fasilitas dipa dan gelang nawadatu.

Prambanan Shiva Festival

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mendorong Prambanan Shiva Festival terus berkembang sebagai agenda unggulan pariwisata nasional yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.

Menurut dia, festival ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna dan berkualitas.

Wamenpar menyebut bahwa dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama

Ni Luh menambahkan, tren pariwisata global kini bergerak menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari hiburan, tetapi pengalaman yang memberi kedekatan dengan lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.

Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 Masehi, Candi Prambanan memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang semakin relevan secara global.

Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen berada di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini menegaskan pentingnya pengelolaan situs suci dan warisan budaya seperti Prambanan, bukan hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati masyarakat dunia.

"Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya," kata Ni Luh Puspa.

Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM) Febrina Intan menyebut perayaan Mahashivaratri sebagai rangkaian akhir Prambanan Shiva Festival 2026 menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya menjadikan situs bersejarah ini sebagai living monument, sebuah warisan budaya yang terus hidup dan dilestarikan secara turun-temurun.

Febrina Intan mengatakan bahwa perhelatan ini merupakan harmonisasi ruang spiritual dan kekayaan seni budaya. Ruang yang mempertemukan inklusivitas dengan sakralitas, serta modernitas melebur dengan tradisi.

Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengapresiasi Mahashivaratri di Candi Prambanan ini. Menurutnya Candi Prambanan sebagai kuil Shiva terbaik yang pernah ia lihat di dunia, memiliki potensi besar untuk dikunjungi wisatawan yang berasal dari India.

Dubes India berjanji akan mendorong agar wisatawan India, yang jumlahnya besar di Bali, juga diarahkan berkunjung ke Yogyakarta termasuk menyaksikan langsung kekayaan warisan budaya seperti Candi Prambanan.

Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menegaskan Mahashivaratri adalah momentum untuk membangun manusia Indonesia yang utuh secara lahir, batin, dan sosial. Prosesi pembentangan bendera Merah Putih sepanjang hampir seribu meter di kirab budaya Mahashivaratri ini menjadi simbol kuat persatuan dan semangat kebangsaan dalam balutan spiritualitas.

Salah satu pengunjung Mahashivaratri Echa mengatakan dirinya bersyukur bisa turut serta mengikuti penyalaan 1.008 Dipa di halaman Candi Prambanan yang bisa diikuti siapapun dari beragam latar belakang agama sehinga bisa merasakan harmoni dalam keberagaman

Wisatawan asal Jakarta itu menyebut bahwa cinta kasih doa itu memang buat siapa saja, universal. "Jadi bisa bersyukur bisa berada di sini, merasakan energinya, berbagi energinya, di momen ini. Bersyukur dan kami malah berterima kasih sudah ada kesempatan berkunjung ke acara seperti ini," katanya.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR minta proses hukum ABK Fandi transparan dan profesional
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Majelis Hakim Vonis Bersalah 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak PT Pertamina Persero
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemasok Narkoba AKBP Didik Ditangkap saat Hendak Kabur ke Malaysia
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Hari Ini Jumat 27 Februari 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Astra Buka Program Training Calon Future Leader, AGP Batch 15 Resmi Dibuka hingga April 2026
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.