Banjir yang merendam 45 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Senin (16/2), berdampak juga ke nasib petani. BPBD mencatat ada setidaknya 9.736 rumah dan 1.850 hektare sawah yang terendam banjir.
Melihat kondisi tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya tetap akan menyerap gabah petani korban bencana banjir di Kabupaten Grobogan tersebut.
"Jadi kemarin saya sudah tugaskan direktur pengadaan kami untuk membantu masyarakat kami ke Grobogan itu yang banjir dan dilakukan penyerapan," ujar Rizal di Pasar Johar Semarang, Jumat (30/2).
Rizal mengungkapkan gabah petani Grobogan itu meski basah tetapi tetap dibeli dengan harga Rp 6.500 per kg sesuai dengan ketentuan.
"Kita sudah serap 30 ton dan masih terus bertambah. Nanti kita akan keringkan sendiri dengan menggunakan mesin," jelas Rizal.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto menyebut, banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra produksi di Grobogan memang mengancam hasil panen petani. Ia menekankan Bulog bakal membantu agar petani tidak rugi.
"Intervensi dengan pembelian pemerintah penting agar harga gabah tidak anjlok saat panen. Agar petani tidak merugi. Penyerapan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani," ujar Prihasto.





