JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung diminta membentuk tim untuk menelusuri 185 lapangan padel di Jakarta yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.
Jumlah lapangan tak berizin yang mencapai hampir setengah dari total keseluruhan patut menjadi perhatian serius.
"Makanya harus dibentuk tim untuk melakukan penelusuran. investigasi menyeluruh terkait keberadaan padel-padel itu," kata Trubus saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Nasib Padel Cilandak yang Tak Berizin di Ambang Pembongkaran...
Trubus mempertanyakan bagaimana proses pengawasan dan perizinan bisa kecolongan dalam jumlah sebesar itu.
Dengan demikian, penelusuran tidak hanya menyasar pengelola lapangan padel, tetapi juga aparatur di tingkat kota yang berwenang dalam pengawasan dan penerbitan izin.
"Jangan-jangan kan mereka itu mereka tak punya izin, tetapi tetap nyetor," kata Trubus.
Trubus bahkan menyebut, jika benar jumlahnya mencapai setengah lebih yang tidak berizin, patut diduga ada persoalan serius di baliknya.
“Patutnya diduga, ada semacam yang bermain, lah. Itu yang harus diselesaikan oleh Pak Pramono,” kata dia.
Transparansi dsiebut sangat penting untuk memastikan tidak ada kebocoran retribusi maupun pajak daerah.
Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas harus dijatuhkan.
Baca juga: Polisi Siap Periksa Pengelola Padel Permata Hijau Buntut Protes Warga
“Iya, kalau memang dia melanggar benar, ya sudah, ada satu hukuman yang sesuai setara dengan itu, ya. Misalnya diberhentikan, harus dipecat,” ujar Trubus.
185 dari 397 lapangan tak berizin
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga 23 Februari 2026 terdapat 397 lapangan padel yang beroperasi di Ibu Kota. Dari jumlah itu, 212 bangunan telah memiliki PBG, sementara 185 lainnya belum memenuhi persyaratan dasar tersebut.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Vera Revina Sari, memastikan angka itu merupakan data resmi terbaru.