Polisi mengamankan Hafiz Mahendra (24), pengemudi mobil Toyota Cayla, yang menabrak sejumlah pengendara motor dan mobil yang melintas di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2).
Saat ini ia telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kepemilikan senjata tajam, termasuk identitas dan pelat palsu.
"Untuk yang mobil Calya yang beberapa hari ini viral dan ramai, seorang pengemudi sudah ditetapkan tersangka atas kepemilikan senjata tajam termasuk identitas dari plat nomor tanda kendaraan bermotornya juga tidak bisa dilengkapi dan secara palsu, pemalsuan data," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (27/2).
Budi mengatakan, Hafiz ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.
"Terkait dengan pelaku sedang dalam penanganan proses di Polres Metro Jakarta Pusat dan sudah dilakukan penahanan oleh Polres Metro Jakarta Pusat," jelas Budi.
Atas perbuatannya Hafiz dijerat Pasal 30 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2023, juncto Pasal 391 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Polisi masih mendalami tujuan pelaku membawa senjata tajam tersebut di dalam mobilnya.
"Ini masih didalami ke yang bersangkutan karena memang kita melihat, yang pertama bagaimana kita harus bisa, sehingga tidak menimbulkan rasa kekhawatiran di masyarakat. Apakah senjata tajam itu digunakan untuk kegiatan2 lain, ini masih didalami," jelas Budi.
Sementara perempuan dan anak kecil yang menjadi penumpang di dalam mobil itu diperiksa sebagai saksi.
"Pasti orang yang berada di dalam suatu kendaraan, tapi peran siapanya sejauh ini masih sebagai saksi," kata Budi.
"Pasti anak di dalam mobil pasti dalam kondisi panik ya, dan ini kita harus berempati terhadap kondisi anak. Karena bagaimana pun negara wajib melindungi kaum-kaum rentan, perempuan, dan anak disabilitas, lansia, wajib kita lindungi. Makanya dari Polres Metro Jakarta Pusat Sat PPA PPO juga melakukan pendekatan psikologis terhadap si anak yang berada di dalam mobil," sambungnya.
Hafiz mengaku baru tiba di Jakarta dan ingin menuju ke Ancol. Ia mengendarai mobil dengan melawan arah dan tengah bersama dengan perempuan yang disebut pacarnya.





