Lima Sentimen Tekan IHSG di Penghujung Februari, Apa Saja?

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkap setidaknya ada lima sentimen utama yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir Februa

Lima Sentimen Tekan IHSG di Penghujung Februari, Apa Saja? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkap setidaknya ada lima sentimen utama yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir Februari.

IHSG terpantau sangat volatil dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Jumat (27/2/2026), indeks sempat anjlok lebih dari 1 persen sebelum memangkas sebagian pelemahan dan ditutup melemah 0,31 persen ke level 8.209,33 pada akhir sesi I.

Baca Juga:
Saham INDS ARB 6 Hari Beruntun, Jatuh 68 Persen dari Pucuk

Sehari sebelumnya, IHSG juga berakhir turun 1,04 persen. Secara kumulatif, dalam sepekan indeks terkoreksi 0,75 persen, sementara dalam satu bulan terakhir telah tergerus 8,58 persen.

Menurut BRI Danareksa, Jumat (27/2), tekanan datang dari faktor global maupun domestik, di tengah kondisi teknikal yang masih rapuh.

Baca Juga:
CIMB Niaga (BNGA) Cetak Laba Bersih Rp6,88 Triliun pada 2025

Dari eksternal, kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat (AS) terhadap panel surya asal Indonesia di kisaran 104,38 persen hingga 143,3 persen meningkatkan kekhawatiran terhadap kinerja ekspor dan potensi eskalasi proteksionisme perdagangan.

Selain itu, ketegangan AS dan Iran yang berpotensi menyeret Rusia serta China turut memicu sikap risk-off di pasar emerging markets, termasuk Indonesia.

Baca Juga:
AS Umumkan Tarif Tinggi untuk Panel Surya Indonesia dan India

Dari dalam negeri, pasar mencermati aturan minimum free float 15 persen yang memunculkan kekhawatiran notasi khusus hingga risiko delisting bagi emiten yang belum memenuhi ketentuan.

Sentimen lain datang dari peringatan S&P Global Ratings mengenai tekanan fiskal, yang memicu kekhawatiran pelebaran defisit serta potensi penurunan rating maupun outlook.

Di saat yang sama, aksi jual investor asing juga tercatat menekan indeks, seperti pada awal perdagangan Jumat (27/2).

Secara teknikal, menurut BRI Danareksa, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias melemah setelah gagal menembus area resistance 8.350-8.440.

Support kunci berada di level 8.150, dan jika tembus, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran 8.015-8.050. Sementara itu, resistance terdekat berada di 8.350.

Indikator MACD menunjukkan histogram yang kian mengecil, mencerminkan momentum yang melemah.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG dinilai masih rentan mengalami koreksi terbatas dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Belum Cair, Kemenag Klaim Tak Ada Kendala
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Ini Hasil Autopsi Penyebab Kematian Ibu dan Anak di Jombang
• 11 jam laludetik.com
thumb
Ronaldo Akuisisi 25 Persen Saham UD Almeria
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Anwar BAB Buka Suara Soal Kondisi Boiyen di Tengah Proses Perceraian
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Gunduli Madura United 5-0, Persib Bandung Tak Tergoyahkan di Puncak Klasemen
• 17 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.