ENRG Bukukan Laba USD91,53 Juta pada 2025, Naik 21,4%

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar USD91,53 juta, tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD75,39 juta. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp0,00359 dari Rp0,00304.

Dari sisi pendapatan, penjualan neto mencapai USD498,12 juta atau naik 6,56% dari USD467,42 juta. Kinerja operasional juga tercermin dari EBITDA yang melonjak 11% menjadi USD309,70 juta dari sebelumnya USD278,85 juta.

Kontribusi penjualan berasal dari sejumlah segmen utama, yakni gas bumi sebesar USD309,23 juta, minyak mentah USD151,01 juta, under (over) lifting dan DMO USD11,82 juta, serta infrastruktur minyak dan gas bumi USD26,05 juta.

Efisiensi turut menopang margin. Beban pokok penjualan turun menjadi USD316,64 juta dari USD319,36 juta. Alhasil, laba bruto melonjak menjadi USD181,48 juta dari USD148,06 juta.

Meski beban usaha naik menjadi USD26,72 juta dari USD23,95 juta, laba usaha tetap meningkat signifikan menjadi USD154,75 juta dibandingkan USD124,11 juta pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bakrie Group (ENRG) akan Tawarkan Obligasi Rp1,15 Triliun, Kupon hingga 8,6%

“Pada tahun 2025, kami menginvestasikan lebih dari USD250 juta untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh asset produksi kami. Hasilnya, kami mampu meningkatkan keandalan lapangan-lapangan kami serta memperluas kapasitas produksi asset di masa mendatang," kata Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie.

Hingga 31 Desember 2025, total aset ENRG meningkat menjadi USD1,82 miliar dari USD1,58 miliar. Liabilitas tercatat USD999,58 juta dari sebelumnya USD926,11 juta, sementara ekuitas melonjak menjadi USD822,74 juta dibandingkan USD657,14 juta.

Syailendra menambahkan bahwa Perseroan tetap berfokus untuk memaksimalkan nilai dari asset-aset yang ada melalui efisiensi operasional, alokasi modal yang disiplin, serta pengelolaan keuangan yang prudent.

Baca Juga: Laba Turun Jadi Rp32,76 Triliun di 2025, Bos Astra (ASII) Ungkap Penyebabnya

"Kami menargetkan untuk semakin memperkuat kinerja keuangan dan meningkatkan nilai jangka Panjang bagi para pemegang saham. Selain itu, keberhasilan penerbitan obligasi kami pada kuartal pertama tahun 2026 akan menurunkan biaya pendanaan Perseroan ke depan," tutupnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Target Investor Syariah Bertambah 50 Ribu Orang Tahun Ini
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Mediator Oman: Perundingan Nuklir AS-Iran di Jenewa Alami Kemajuan Signifika
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Melania Trump di Ambang Sejarah, Jadi Ibu Negara AS Pertama yang Pimpin Sidang DK PBB
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Koko Erwin Diduga Mau Kabur ke Malaysia, Lawan Petugas Saat Ditangkap
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Rekomendasi Situs Jual Beli Mobil yang Dapat Dipercaya di Indonesia
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.