Polisi Ungkap Alasan Truk Sampah Lewat Jalan Lingkungan di Sumur Batu Bekasi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Polisi mengungkap alasan truk pengangkut sampah melintas di Jalan Gang Lurah, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan jalan lingkungan yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase berat.

Pengalihan jalur dilakukan setelah akses utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu tidak dapat dilalui akibat longsoran sampah.

Kapolsek Bantargebang Komisaris Sukadi menjelaskan, kondisi darurat tersebut membuat truk sampah dialihkan ke jalan permukiman warga.

“Menurut informasi itu jalan lingkungan dan tidak diperuntukkan untuk truk sampah lewat. Akan tetapi karena lokasi jalan utama kena longsor sampah, akhirnya tidak bisa dilintasi,” ujar Sukadi saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Pungli Emak-emak di Jalur Truk Sampah Sumur Batu

Sukadi mengatakan, sebelum pengalihan dilakukan, telah ada musyawarah antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan warga setempat. Dalam kesepakatan awal, penggunaan jalan lingkungan hanya diizinkan selama satu minggu.

“Awalnya satu minggu diizinkan. Akhirnya nambah lagi satu minggu, dan akhirnya sampai sekarang,” tutur Sukadi.

Namun, penggunaan jalan tersebut berdampak pada aktivitas warga, khususnya pedagang makanan dan takjil di sekitar lokasi. Bau sampah dari truk yang melintas dan kerap berhenti disebut mengganggu usaha mereka.

“Tapi karena dilintasi oleh truk dan numpuk di situ, baunya luar biasa, akhirnya tidak ada yang jualan,” kata Sukadi.

Di tengah polemik itu, muncul dugaan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk sampah. Isu tersebut mencuat setelah video pengakuan sopir viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Instagram @radar_bekasi pada Selasa (24/2/2026) memperlihatkan sejumlah sopir truk yang hendak menuju TPA Sumur Batu mengaku dimintai uang oleh sekelompok warga setiap kali melintas.

Dalam narasi unggahan disebutkan, praktik pungli diduga telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir sejak akses utama menuju TPA mengalami longsor.

Baca juga: Polisi Panggil Emak-emak yang Pungli Sopir Truk Sampah di Sumur Batu Bekasi

Menanggapi hal tersebut, Sukadi mengonfirmasi adanya warga yang meminta uang secara sukarela sebagai bentuk kompensasi atas dampak bau sampah. Namun, ia menegaskan tidak ada tarif tertentu maupun unsur paksaan.

“Ibu-ibu itulah yang minta kenclengan di baskom. Ada yang ngasih Rp1.000, ada yang Rp2.000, ada yang Rp3.000,” ujarnya.

Ia memastikan warga yang meminta uang merupakan warga setempat dan bukan pungutan resmi. Sukadi juga membantah kabar adanya permintaan hingga Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per kendaraan maupun intimidasi terhadap sopir.

“Jadi enggak ada itu yang diminta pungli sampai Rp50.000. Warga bilang seikhlasnya saja,” kata dia.

Meski demikian, Sukadi menegaskan, tindakan meminta uang kepada sopir tetap tidak dibenarkan. Ia menyebut telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

“Kemarin saya sudah panggil RT-nya, Ibu Haji Gabok, sama ibu-ibu yang katanya meminta sejumlah uang. Sudah dipanggil ke polsek langsung,” ujar Sukadi.

Baca juga: Alasan Emak-emak Bekasi Pungli Sopir Truk Sampah: Tak Bisa Dagang Takjil

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, serta Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Bekasi, Andy Frengky, untuk meminta tanggapan terkait pengalihan jalur dan dugaan pungli tersebut.

Namun, belum ada jawaban dari pihak DLH.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau Ditetapkan sebagai Tersangka
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Literasi, MNC Peduli Salurkan Ratusan Buku ke SDN Cibilik Sukabumi
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Foto: Melihat Aktivitas Kuli Panggul Beras di Tengah Bulan Suci Ramadan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pendampingan Agronomi Bantu Petani Sawit Rakyat Lebih Mandiri
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai, Pegawai Kemenkeu Lagi
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.