Dorong Ekonomi Rendah Karbon, OJK dan Inggris Bentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat komitmen mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan menggandeng Pemerintah Inggris membentuk Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memobilisasi pembiayaan iklim sekaligus memperkuat ketahanan sektor perbankan nasional menghadapi risiko perubahan iklim. Pembentukan kelompok kerja ini diumumkan dalam The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga :
Dana Kredit Rp 2.506 Triliun 'Nganggur' di Bank, OJK Beberkan Fenomena di Baliknya
OJK: Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp 200 Triliun Bakal Dongkrak Kredit 2 Digit

Forum ini merupakan kelanjutan dari ICBF perdana pada 2024 yang ditandai dengan peluncuran Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sebagai kerangka awal pengelolaan risiko iklim secara terstruktur di sektor perbankan.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan menngarahakan transformasi sistem keuangan Indonesia menjadi lebih selaras dengan agenda iklim merupakan bagian penting dari komitmen OJK dan sektor keuangan. Dedikasi ini guna mendukung strategi dan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Kami menyambut baik dukungan kuat Pemerintah Britania Raya dan Kedutaan Besar Britania Raya dalam mendorong pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim bersama OJK. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya,” ujar Friderica. 

Ia menjelaskan, OJK memandang manajemen risiko iklim sebagai komponen strategis dalam arsitektur pengawasan sektor keuangan. Langkah ini berfungsi sebagai jembatan untuk menerjemahkan kebijakan transisi nasional dan sinyal global ke dalam tata kelola, manajemen risiko, serta alokasi pembiayaan sektor jasa keuangan.

Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026. Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta pimpinan OJK.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, sektor perbankan tetap memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan terkait iklim dalam skenario transisi yang dikelola dengan baik. Ini tercermin dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan regulasi.

Baca Juga :
OJK dan Inggris Bentuk Kelompok Kerja untuk Pembiayaan Iklim, Ini Tujuannya
Bangun Ekosistem Pasar Karbon RI, OJK Perkuat Instrumen Ekonominya
Debt Collector Mandiri Tunas Finance Diduga Tusuk Nasabah, OJK Panggil Manajemen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perundingan Strategis AS dan Ukraina Dimulai di Jenewa
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi PSBS Vs PSIM di BRI Super League: Laga Pelampiasan Dua Tim Seret Kemenangan
• 13 jam lalubola.com
thumb
Pramono Minta Jalan Sekitar Proyek Flyover Latumeten Diperlebar Biar Tak Macet
• 23 jam lalukompas.com
thumb
KPK Tahan Budiman Bayu dalam Kasus Suap Impor Barang KW
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Danantara Segera Umumkan Pemenang Tender Proyek Waste to Energy
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.