KDM Jemput Warga Jabar Korban Kekerasan di NTT, 12 Orang Dipulangkan ke Bandung

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun langsung menjemput warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu tiba di Maumere pada Senin (23/2/2026) untuk memastikan para korban mendapatkan perlindungan serta difasilitasi kepulangannya ke Jawa Barat.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebanyak 13 warga Jabar diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual saat bekerja di Maumere. Dari jumlah tersebut, 12 orang dijadwalkan dipulangkan bersama rombongan pemerintah daerah, sementara satu orang lainnya telah lebih dulu meninggalkan NTT.

Para korban diterbangkan dari Labuan Bajo menuju Jakarta pada Rabu (25/2/2026), lalu melanjutkan perjalanan darat ke Bandung. Mereka lalu ditempatkan sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AKB Provinsi Jawa Barat di Bandung guna mendapatkan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, serta perlindungan hukum.

Dalam agenda penjemputan tersebut, KDM didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melibatkan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

KDM menegaskan bahwa kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. Para korban akan menjadi saksi dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Selain fokus pada proses pemulangan dan aspek hukum, KDM juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Suster Ika yang selama ini mendampingi para korban selama berada di Maumere. Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, @dedimulyadiofficial, KDM membagikan momen saat dirinya bersama Bupati Purwakarta dan Bupati Cianjur bertemu dengan suster tersebut.

“Ini Suster Ika yang selama ini mendampingi mereka di sini. Ia berjuang membela nilai kemanusiaan tanpa mempersoalkan suku, ras, maupun agama. Yang diperjuangkan adalah kemanusiaan di atas segalanya,” kata KDM dikutip Jumat (27/2).

Menurutnya, peran Suster Ika sangat penting dalam memastikan para korban mendapatkan perlindungan awal, pendampingan moral, serta rasa aman di tengah situasi yang sulit. KDM menilai kepedulian tersebut menjadi contoh nyata bahwa solidaritas kemanusiaan melampaui sekat identitas.

Ia juga menyinggung pentingnya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Salah satu langkah yang akan ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah memperluas lapangan pekerjaan di daerah.

“Jangan lagi ada warga Jabar yang pergi ke luar tanpa arah dan tujuan. Makanya di Jabar akan diperbanyak lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Para korban diketahui berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Pemprov Jawa Barat berkomitmen memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pemulihan psikologis, bantuan hukum, hingga reintegrasi sosial ketika para korban kembali ke daerah asal masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menakar Keadilan di Balik Penetapan Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Vonis 15 Tahun, Hakim Perintahkan Aset PT OTM Milik Kerry Andrianto Dirampas untuk Negara
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Tampang Ko Erwin Setiba di Bandara Soetta, Bandar Narkoba yang Suap AKBP Didik RP1 M
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Tak Akan Berdamai dengan AS Tanpa Pengakuan Status Nuklir
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Presiden MBZ Komit Tambah Investasi di Indonesia, Momentum 50 Tahun Hubungan Diplomatik
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.