Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa kementeriannya akan menggelontorkan vaksin campak di 100 kabupaten/kota se-Indonesia.
Penyakit ini diketahui memiliki tingkat penularan tertinggi dibanding penyakit lainnya, seperti halnya Covid-19.
“Campak itu adalah penyakit yang menularnya paling cepat. Campak itu sudah ada vaksinnya, sudah ada imunisasinya. Saya sudah ngambil keputusan 100 kabupaten/kota, kita akan drop vaksin banyak. Cuma saya untuk bisa nyuntiknya, butuh bantuan teman-teman dari Puskesmas, RSUD, Bupati, Wali Kota untuk mendorong,” kata dia usai meninjau gedung baru RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2).
“Kalau Covid itu (penularannya dari) satu jadi dua, satu jadi tiga. Campak itu bisa satu menularkan ke sepuluh, satu ke 12. Ini adalah penyakit menular yang reproduction rate-nya, rate penularannya paling tinggi,” tambah Budi.
Kasus Meninggal Campak pada Anak Lebih Tinggi dari Covid
Tak hanya penularan, menurut Budi, kasus campak pada anak memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dari Covid-19.
“Campak itu kalau kena yang dewasa enggak terlalu masalah. Tapi kalau kena anak-anak meninggalnya tinggi. Lebih tinggi dari Covid,” tuturnya.
Di Bima sendiri, sambung Budi, campak telah merenggut 2 nyawa anak.
“Saya terkejut karena seluruh dunia lagi naik. Indonesia naik, Bima juga naik. Sudah ada 2 yang meninggal anak-anak. Tahun lalu, setahun 40-an (kasus campak) gitu. Sekarang sebulan aja sudah 40-an, Februari juga 50-an,” ucapnya.
Budi ikut berduka dengan kondisi anak-anak yang terjangkit campak, bahkan hingga meninggal dunia.
“Jangan lagi ada anak-anak kita yang harus meninggal gara-gara campak, karena sudah ada vaksinnya. Penyebab kematiannya tinggi, padahal seharusnya tidak usah ada yang tertular dan sampai wafat karena campak,” tuturnya.




