Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Haryo Soekartono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Larangan. Dalam kunjungannya, ia menyoroti kenaikan sejumlah komoditas sekaligus kondisi infrastruktur pasar yang dinilai perlu pembenahan.
Bambang Haryo atau yang akrab disapa BHS mengakui terdapat kenaikan harga beberapa bahan pangan, meski menurutnya masih dalam batas fluktuatif. Namun demikian, lonjakan tersebut tetap dirasakan memberatkan masyarakat.
“Memang terjadi kenaikan, tapi masih fluktuatif, kadang turun. Walaupun begitu, masyarakat merasa kenaikannya cukup memberatkan. Kondisi ekonomi memang seperti ini,” ujarnya
Ia menekankan pentingnya pengawasan dari kementerian maupun dinas perdagangan agar Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak terlampaui.
“Yang perlu diperhatikan terutama kementerian maupun dinas perdagangan bagaimana HET itu tidak terlampaui,” tegasnya.
Dari pantauan di lapangan, harga cabai menjadi sorotan utama. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp85 ribu per kilogram. Sementara harga ayam naik sekitar Rp5 ribu per kilogram, dari kisaran Rp30 ribuan menjadi Rp35 ribu.
Selain persoalan harga, BHS juga menilai kondisi infrastruktur pasar belum mencerminkan letaknya yang berada di pusat kota.
“Pasar ini harusnya menjadi ikon Sidoarjo. Letaknya di tengah kota, infrastrukturnya harus modern. Pasarnya tetap tradisional, tapi infrastrukturnya harus nyaman supaya ibu-ibu betah belanja,” katanya.
Ia mendorong pembenahan talang air yang bocor, peningkatan penerangan, serta perbaikan akses keluar-masuk pasar. Bahkan, ia mengaku turut membantu pembenahan talang air sebagai langkah awal perbaikan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Setyo Handoko, menyatakan pihaknya rutin melakukan perbaikan berdasarkan aspirasi pedagang.
“Setiap tahun kami lakukan perbaikan. Masukan dari pedagang disampaikan ke pengurus, nanti kami tindak lanjuti. Perbaikan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan talang bocor telah menjadi agenda rutin. Selain itu, peningkatan keamanan dilakukan melalui penambahan kamera pengawas (CCTV) sesuai permintaan pedagang.
“Kami terus tingkatkan keamanan. Permintaan tambahan CCTV sudah direspons. Untuk kenyamanan, rencana pembenahan paving dan pengecoran lantai juga akan diprioritaskan, terutama akses keluar-masuk dan los basah,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas keamanan pasar serta ketersediaan alat pemadam kebakaran.
Selain sidak harga, kegiatan diisi dengan pemberian penghargaan dan uang pembinaan kepada tiga kategori pedagang.
Melalui tim BHS Peduli, ia turut membagikan ratusan nasi kotak serta menggelar buka puasa bersama pengemudi ojek online, tukang becak, sopir bemo, dan warga sekitar Terminal Larangan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong stabilitas harga dan peningkatan kenyamanan pasar menjelang Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews





