jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengkritik langkah pengadaan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud.
"Tindakan yang tidak peka dan berlebihan," kata dia kepada awak media, Jumat (27/2).
BACA JUGA: Rajiv DPR Dorong Investigasi Insiden Kecelakaan Maut Mobil Dinas TNI di Bandung
Sebab, kata Deddy, pembelian kendaraan dinas mewah untuk Rudy dilakukan saat daerah mengalami pemangkasan anggaran yang drastis.
"Transfer ke daerah untuk Provinsi Kaltim mengalami pemangkasan hampir mencapai 75 persen, dari Rp9,3 triliun menjadi hanya Rp2,3 triliun," ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
BACA JUGA: KPK Geledah Kantor Gubernur Riau, Periksa Sejumlah Ruangan dan Mobil Dinas Â
Dia mengaku tidak terima alasan infrastruktur buruk di Kaltim sebagai langkah membeli mobil dinas mewah pemerintah provinsi.
Deddy menilai masih banyak kendaraan yang lebih ekonomis dan tahan banting dalam menghadapi infrastruktur buruk di Kaltim.
BACA JUGA: Razia PETI di Kuansing Ricuh, Penyerang Mobil Dinas Polri dan Wartawan Siap-siap Saja
"Jika alasannya karena kondisi infrastruktur yang sangat buruk, ada banyak jenis mobil yang mampu dengan harga lebih murah," kata legislator Dapil Kalimantan Utara itu.
Deddy mengatakan pembelian mobil dinas mewah saat anggaran seret seharusnya bisa ditunda atau dibatalkan sama sekali.
"Toh, tidak setiap hari Gubernur berkunjung ke daerah dan bisa dilakukan penghematan dengan leasing atau menyewa saat diperlukan," katanya.
Deddy juga menilai langkah membeli mobil dinas mewah di Kaltim melawan semangat Presiden RI Prabowo terkait efisiensi anggaran.
"Jadi, keputusan tetap melakukan pembelian mobil yang tergolong mewah justru melawan semangat penghematan dan efisiensi yang digelorakan Presiden Prabowo," ungkapnya. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




