Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengemukakan pentingnya penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengingat Presiden Prabowo Subianto berpesan untuk mengutamakan integritas dan loyalitas pada seluruh pelaksana Program MBG.
Dadan mengemukakan sebelum bergabung membantu Presiden Prabowo Subianto, ia hanya menerima dua pesan utama yang hingga kini terus dipegang teguh.
Menurutnya, dua prinsip tersebut bukan sekadar pesan personal, melainkan nilai dasar yang harus diinternalisasi oleh seluruh jajaran BGN, khususnya para pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah yang memiliki kewenangan besar dalam pelaksanaan program.
"Sebelum saya bergabung dengan Presiden Prabowo, saya hanya diberi pesan dua, dan saya kira ini relevan untuk semua pelaksana MBG, yang membantu saya itu adalah Pak Presiden. Saya hanya menitipkan dua hal. Satu, merah putih di dada. Dua, tidak boleh korupsi," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Setahun Prabowo, publik apresiasi program MBG dan Sekolah Rakyat
Dadan mengingatkan agar kewenangan yang dimiliki tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat. Ia menekankan pentingnya berpikir jangka panjang dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu.
"Jadi, mohon anda semua, karena menjadi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) memiliki kewenangan di daerah, jangan gunakan kewenangan itu untuk mengambil keuntungan sesaat, kita harus berpikir jangka panjang," tuturnya.
Lebih lanjut Dadan juga meminta jajaran pimpinan agar tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila terdapat indikasi penyimpangan sekecil apapun.
"Jadi, para pimpinan kalau ada yang tercium bermain kecil saja, saya kira buang saja, karena masih banyak orang yang mau," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
Baca juga: BGN-Kemendikdasmen dirikan 16 KPPG untuk awasi Program MBG
Dadan mengemukakan sebelum bergabung membantu Presiden Prabowo Subianto, ia hanya menerima dua pesan utama yang hingga kini terus dipegang teguh.
Menurutnya, dua prinsip tersebut bukan sekadar pesan personal, melainkan nilai dasar yang harus diinternalisasi oleh seluruh jajaran BGN, khususnya para pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah yang memiliki kewenangan besar dalam pelaksanaan program.
"Sebelum saya bergabung dengan Presiden Prabowo, saya hanya diberi pesan dua, dan saya kira ini relevan untuk semua pelaksana MBG, yang membantu saya itu adalah Pak Presiden. Saya hanya menitipkan dua hal. Satu, merah putih di dada. Dua, tidak boleh korupsi," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Setahun Prabowo, publik apresiasi program MBG dan Sekolah Rakyat
Dadan mengingatkan agar kewenangan yang dimiliki tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat. Ia menekankan pentingnya berpikir jangka panjang dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu.
"Jadi, mohon anda semua, karena menjadi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) memiliki kewenangan di daerah, jangan gunakan kewenangan itu untuk mengambil keuntungan sesaat, kita harus berpikir jangka panjang," tuturnya.
Lebih lanjut Dadan juga meminta jajaran pimpinan agar tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila terdapat indikasi penyimpangan sekecil apapun.
"Jadi, para pimpinan kalau ada yang tercium bermain kecil saja, saya kira buang saja, karena masih banyak orang yang mau," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
Baca juga: BGN-Kemendikdasmen dirikan 16 KPPG untuk awasi Program MBG





