Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel di Pulomas yang Sempat Dikeluhkan Warga

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertahanan (Citata) Jakarta menyegel lapangan padel di dalam perumahan RT 05 RW 13, Kelurahan Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur pada Kamis (26/2).

Lapangan ini sebelumnya dikeluhkan warga karena posisinya yang sangat dekat dengan perumahan dan suaranya bising mengganggu ketenangan. Selain itu, mobil pengunjung lapangan juga kerap mengganggu.

Sudin Citata pun memasang bertuliskan, ‘Bangunan ini Dikenakan Penghentian Tetap (Disegel)’. Kepala Sudin Citata Kota Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adji, menjelaskan penyegelan dilakukan karena di lahan tersebut ada bangunan yang seharusnya tidak boleh didirikan sehingga pemiliknya telah melanggar.

"Pemerintah harus melakukan penyegelan terhadap operasionalnya karena bangunan ini tidak memiliki SLF (Sertifikat Laik Fungsi)," jelas Wiwit.

Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan, pihaknya sempat menindak izin bangunan lapangan padel sebelum akhirnya diberikan surat peringatan penyegelan permanen.

"Kami lakukan penyegelan ulang. Sebelumnya sudah kami segel. Kemudian kedua, kami memberikan surat peringatan untuk melakukan penyegelan permanen terhadap bangunan ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 13, Kelurahan Kayu Putih, Nelson, menyampaikan warga sempat melakukan pertemuan dengan pengelola lapangan padel tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka membahas persyaratan lapangan padel yang tidak terpenuhi atau tak sesuai ketentuan.

"Jadi, dia harus memenuhi dulu, tetapi ini lagi sedang digodok persyaratan ini di pusat apakah itu akan dikeluarkan atau tidak. Bila tidak dikeluarkan maka lapangan padel terancam, tertutup. Saya lupa nama persyaratannya,” tuturnya.

Selain itu, Nelson menyampaikan, keberadaan arena lapangan padel mengganggu kenyamanan warga setempat lantaran aktivitas dari arena padel menimbulkan kebisingan hingga malam hari.

“Sebenarnya warga saya dari 16 warga, 3 warga yang mendukung, yang 13 tidak mendukung. Karena ada kebisingan, banyak mobil konsumennya yang kencang, dan tetangga saya juga ada yang lansia (lanjut usia) jadi terganggu dengan kebisingannya,” ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Jamin Ruang Kritik Tetap Terbuka: Demokrasi Harus Terus Berjalan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Sakit Hati Ditolak Nikah, Pria di Gowa Sebar VCS Kekasih Sudah Bersuami
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Thailand Gilas Malaysia 8-0, Timnas Futsal Putri Hadapi Australia di Semifinal
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Sultan Soal Impor Mobil India untuk Kopdes Merah Putih: Utamakan Produk Dalam Negeri
• 23 menit laludisway.id
thumb
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Rampung Bahas Raperda soal Kesejahteraan Sosial
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.