Penulis: Ady Mata Ratu
TVRINews, Kalabahi, Alor
Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Alor, Muhammad Abdullah, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Alor, terutama kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar kebenarannya.
Seruan tersebut disampaikan menyusul insiden tawuran yang melibatkan kelompok pemuda Batutena dan Kadelang beberapa waktu lalu. Peristiwa yang terjadi di wilayah Kota Kalabahi itu memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Muhammad Abdullah menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketertiban daerah.
Ia meminta agar perbedaan latar belakang suku dan kelompok tidak dijadikan alasan untuk terpecah belah.
“Kita boleh berbeda suku dan latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam menjaga kedamaian daerah ini. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa momentum bulan suci Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kebersamaan, serta menahan diri dari segala bentuk tindakan yang merugikan.
Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif akan memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga, serta mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan di wilayah yang dikenal sebagai Kota Nusa Kenari tersebut.
Selain itu, Muhammad Abdullah mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia menekankan pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang berpotensi memicu konflik.
Himbauan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bersama agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Alor untuk saling menjaga, memperkuat persatuan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Editor: Redaktur TVRINews





