Rekor Diam-diam Tembok Persija Jakarta Jordi Amat dan Bayang-bayang Kapten PSM Yuran Fernandes: Siapa Bek Asing Paling Berpengaruh di Super League?

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Bek biasanya hidup jauh dari sorotan statistik gol. Tugas utama mereka sederhana: bertahan, menghentikan serangan, dan memastikan gawang tetap aman. Namun musim ini, satu nama justru mematahkan stereotip itu.

Jordi Amat diam-diam sedang menjalani salah satu musim paling produktif sepanjang karier profesionalnya bersama Persija Jakarta.

Tanpa banyak gembar-gembor, bek naturalisasi Timnas Indonesia itu mencetak rekor pribadi: jumlah gol terbanyak dalam satu musim sepanjang kariernya.

Dan menariknya, pencapaian itu datang ketika banyak orang sempat meragukan kedatangannya.

Dari Transfer Kontroversial Jadi Pilar Macan Kemayoran

Saat Persija merekrut Jordi Amat pada Juli 2025 dari Johor Darul Ta’zim, respons publik terbelah.

Usianya sudah 33 tahun. Sebagian pengamat menilai masa emasnya telah lewat, meski rekam jejaknya di Eropa—termasuk bersama Swansea City—tidak bisa dipandang sebelah mata.

Namun sepak bola sering memberi jawaban berbeda dari asumsi awal.

Jordi langsung menjadi figur sentral di lini belakang Persija, berduet dengan Rizky Ridho Ramadhani. Stabilitas pertahanan Macan Kemayoran pada putaran pertama banyak bertumpu pada ketenangan membaca permainan yang ia miliki.

Dari 15 pertandingan awal, ia hampir tak tergantikan.

Lebih dari itu, ia mulai memberi kontribusi yang jarang dimiliki bek tengah: gol.

Transformasi yang Mengubah Segalanya

Memasuki putaran kedua, peran Jordi berubah drastis. Pelatih Mauricio Souza tidak lagi melihatnya semata sebagai bek tengah.

Ia ditarik lebih maju menjadi gelandang bertahan.

Keputusan ini bukan eksperimen tanpa dasar. Jordi memiliki karakter ball-playing defender—bek yang nyaman mengatur tempo permainan. Dari posisi baru itu, visinya justru semakin terlihat.

Hasilnya langsung terasa:

tampil solid melawan Madura United

menjadi man of the match saat Persija menang 1-0 di kandang Bali United FC

mencetak gol penting kontra Malut United FC

Gol ketiganya musim ini lahir lewat flick header cerdas—detail kecil yang menunjukkan insting menyerang seorang pemain bertahan berpengalaman.

Tiga gol mungkin terdengar biasa bagi penyerang. Tetapi bagi Jordi Amat, itu adalah rekor pribadi baru. Sepanjang kariernya, ia sebelumnya hanya mampu mencetak maksimal dua gol dalam satu musim, termasuk saat membela KAS Eupen.

Musim ini belum selesai. Rekor itu masih bisa bertambah.

Lalu, Bagaimana dengan Yuran Fernandes?

Jika Jordi Amat adalah simbol evolusi peran bek modern, maka Yuran Fernandes adalah representasi bek klasik yang dominan secara fisik sekaligus produktif.

Kapten PSM Makassar itu memiliki statistik yang sulit diabaikan:

107 pertandingan resmi

16 gol

8 assist

Angka tersebut luar biasa untuk seorang bek tengah.

Lahir di Sal-Rei, Cape Verde, Yuran justru dibesarkan secara sepak bola di Portugal, negara yang membentuk karakter bermainnya. Sebelum tiba di Makassar pada 2022, ia menjelajah delapan klub Portugal—membangun reputasi sebagai bek agresif dengan kemampuan duel udara elite.

Di PSM, ia berkembang menjadi lebih dari sekadar pemain asing.

Ia adalah pemimpin.

Kapten.

Dan simbol era juara klub.

Dua Bek, Dua Gaya Kepemimpinan

Perbandingan Jordi Amat dan Yuran Fernandes sebenarnya bukan soal siapa lebih hebat, melainkan bagaimana keduanya merepresentasikan dua tipe bek modern yang berbeda.

Jordi Amat

Tenang dan taktis

Mengatur ritme permainan

Adaptif hingga berubah posisi

Efektif lewat kecerdasan membaca ruang

Yuran Fernandes

Dominan secara fisik

Ancaman bola mati

Pemimpin emosional tim

Bek dengan insting menyerang kuat

Jika Jordi adalah arsitek dari belakang, Yuran adalah benteng sekaligus palu godam di kotak penalti lawan.

Siapa Lebih Baik?

Secara produktivitas jangka panjang, Yuran masih unggul. Konsistensinya mencetak gol sebagai bek selama beberapa musim membuatnya menjadi salah satu bek tersubur di Indonesia.

Namun musim ini menghadirkan cerita berbeda.

Jordi Amat sedang menjalani fase kebangkitan karier—membuktikan bahwa pengalaman bisa menjadi senjata paling mematikan ketika dipadukan dengan adaptasi taktik yang tepat.

Dan dengan 11 pertandingan tersisa di Super League 2025/2026, satu pertanyaan mulai muncul:

Apakah musim debut Jordi Amat bersama Persija justru akan menjadi musim terbaik sepanjang kariernya?

Jika itu terjadi, maka perdebatan tentang bek asing paling berpengaruh di liga tidak lagi hanya milik Yuran Fernandes seorang.

Persaingan diam-diam itu baru saja dimulai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjanjian RI-AS Buka Peluang Percepatan Hilirisasi Mineral Nasional
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hakim Tetapkan Kerugian Negara di Kasus Minyak Mentah Rp9,4 Triliun Bukan Rp285 Triliun
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Jerat Pegawai Bea Cukai Jadi Tersangka, Langsung Ditangkap
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
2 Surat Setara Sepertiga dan Seperempat Alquran Ini Kerap Dibaca Rasulullah SAW di 5 Sholat Sunnah
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK dalami aliran uang kasus pembangunan gedung Pemkab Lamongan
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.