Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengungkapkan bahwa mayoritas sampah di Indonesia masih belum tertangani optimal. Dari hasil evaluasi 2025 yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026, hanya 25 persen sampah yang terkelola dengan baik, sementara 75 persen lainnya belum tertangani efektif dan berpotensi mencemari lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyebut kondisi ini masih darurat.
“Pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Kita harus bekerja lebih keras agar sistemnya semakin baik di seluruh daerah,”kata Hanif Faisol dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Penilaian dilakukan berdasarkan kebijakan dan anggaran, ketersediaan SDM dan fasilitas, pengelolaan di sumber, serta pengendalian pembuangan liar.
Dari 35 daerah yang mendapat sertifikat menuju kabupaten/kota bersih, nilai tertinggi diraih Kota Surabaya (74,92), disusul Kabupaten Ciamis (74,68), dan Kota Balikpapan (74,55).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan keberhasilan kotanya bertumpu pada pemilahan sampah dari sumber.
“Kami mulai dari rumah tangga hingga sektor usaha. Pengelolaan terpadu menjadi kunci,”ungkap Eri.
Meski belum ada daerah yang meraih Adipura Kencana, Menteri Hanif menegaskan hal itu bukan kemunduran.
“Belum adanya Adipura bukan berarti mundur. Ini tanda bahwa standar harus terus kita tingkatkan,” tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews





