WAJO, FAJAR – Komisi III DPRD Kabupaten Wajo mendorong pemerintah pusat kembali melanjutkan pembangunan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Sengkang.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki. Kata dia, pihaknya menerima banyak aspirasi dan keluhan masyarakat khususnya di Kecamatan Tempe, mempertanyakan kelanjutan dari proyek SPAM.
“Proyek ini harusnya kembali dilanjutkan. Karena masyarakat Tempe dan sekitarnya sebagai penerima manfaat selalu bertanya-tanya. Kapan proyek untuk air bersih itu dinikmati,” ujarnya, Jumat, 27 Februari.
Sebagaimana diketahui, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel mengucurkan anggaran Rp34.724.000.000 dari APBN untuk pembangunan jaringan perpipaan SPAM Kota Sengkang tahun anggaran 2023 -2024.
Proyek multiyears itu dilaksanakan PT. Ris Putra Delta, perusahaan Kota Surabaya Jawa Timur dengan nilai kontrak nilai Rp27.779.200.000.
Namun dalam proses penanaman pipa HDPE, proyek puluhan miliaran tersendat akibat tidak adanya keseriusan penyedia jasa bekerja. Sehingga terjadi pemutusan kontrak.
Atas keresahan masyarakat itu, pria disapa Bayu ini mengaku, Komisi III DPRD Wajo berencana melaksanakan kunjungan terkait masalah proyek yang menelan anggaran besar tersebut.
“Kita sangat mendukung agar proyek ini dilanjutkan, dan dirasakan asas manfaat oleh masyarakat. Karena air bersih sangat dibutuhkan bagi masyarakat,” harapnya.
Diketahui, berdasarkan Permen Pekerjaan Umum (PU) No. 1 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian PU, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) resmi berganti nama menjadi Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
“Selain ke balai. Kita juga akan ke Kementerian terkait untuk mempertanyakan kelanjutan proyek strategis itu,” tutupnya. (man)





