Pengusaha Amerika Serikat (AS) menyampaikan pujian kepada Presiden Donald Trump yang berhasil meneken kesepakatan tarif dagang dengan Indonesia. Lewat Agreement on Reciprocal Trade (ART) itu, AS berhasil menghilangkan hambatan tarif terhadap lebih dari 99 persen produk untuk memperluas akses AS ke pasar Indonesia.
"Kesepakatan bersejarah ini memperdalam kemitraan ekonomi kita dengan mitra utama di kawasan Indo Pasifik dan menciptakan peluang baru bagi petani, produsen, dan pengolah barang AS," kata Perwakilan Perdagangan AS (USTR) dalam pernyataannya di website resmi, dikutip Jumat (27/2).
USTR mengatakan, ART antara AS dan Indonesia mendapat sambutan positif dari para pengusaha. Presiden dan CEO Federasi Produsen Susu Nasional, Gregg Doud, mengatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi para peternak sapi di AS.
"Terima kasih kepada Duta Besar Jamieson Greer dan tim USTR atas upayanya mengamankan akses yang lebih luas, yang secara langsung akan meningkatkan permintaan terhadap produk susu AS," kata Doud dalam keterangannya.
Presiden Asosiasi Peternak Sapi Nasional (NCBA) yang juga pengusaha sapi di Virginia, Gene Copenhaver, mengatakan peternak sapi dengan kesepakatan tersebut akhirnya mendapat akses ke Indonesia yang merupakan pasar daging sapi halal di dunia.
"Jika digabungkan dengan kesepakatan dagang dengan Taiwan minggu lalu, peternak sapi AS kini memiliki lebih banyak akses pasar dari yang dimiliki sebelumnya selama beberapa dekade. NCBA berterima kasih kepada Presiden Trump dan Duta Besar USTR Jamieson Greer atas kerja keras mereka dalam menandatangani kesepakatan dagang demi keuntungan produsen Amerika," ujarnya.
Sementara Presiden dan CEO Federasi Ekspor Daging AS (USMEF), Dan Halstrom, menilai kesepakatan baru ini mengatasi banyak hambatan yang dipertahankan oleh Indonesia dan implementasi yang sukses memungkinkan importir dan konsumen Indonesia memiliki akses ke daging sapi AS untuk pertama kalinya.
"Kesepakatan ini juga mencakup komitmen pembelian tahunan [daging sapi] 50 ribu metrik ton. Ini sejalan dengan perkiraan potensi pasar USMEF dan seharusnya membantu mendorong implementasi nyata komitmen yang telah dibuat Indonesia untuk menghapus hambatan tarifnya. Nilai ekspor dapat mencapai USD 400 juta hingga USD 500 juta dalam waktu dekat setelah implementasi," kata Halstrom.
"Ekspor daging babi juga telah dibatasi oleh rezim perizinan impor Indonesia dan oleh persetujuan terbatas terhadap pabrik-pabrik AS. Hambatan ini hilang lewat kesepakatan ini, memungkinkan pertumbuhan lebih lanjut dalam ekspor daging babi AS, termasuk produk olahan lainnya. USMEF berterima kasih kepada pemerintahan Trump atas fokus berkelanjutan mereka dalam menghilangkan hambatan bagi ekspor pertanian AS dan kami berharap implementasi kesepakatan AS-Indonesia berjalan sukses," lanjutnya.
Presiden dan CEO Renewable Fuels Association, Geoff Cooper, mengatakan Indonesia sejak lama menjadi pasar prioritas untuk etanol AS, dengan kemungkinan permintaan sekitar 1 miliar galon jika campuran etanol 10 persen digunakan secara nasional.
"Kami berterima kasih atas kerja keras Presiden Trump dan Duta Besar Greer atas kesepakatan ini, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan pejabat dan pemangku kepentingan industri Indonesia yang memungkinkan Indonesia memprioritaskan etanol produksi dalam negeri sambil memungkinkan etanol AS memenuhi kesenjangan atau kekurangan pasokan. Kami bersemangat bersama-sama menghadirkan volume bahan bakar yang lebih bersih dan lebih terjangkau bagi warga Indonesia," ujar Cooper.
Sementara Wakil Presiden Senior Kebijakan Global Business Software Alliance, Aaron Cooper, mengatakan kesepakatan dagang kedua negara merupakan terobosan dalam kebijakan perdagangan digital.
"Kesepakatan itu mengirim sinyal kuat kepada ekonomi global dan banyak industri yang bergantung pada perdagangan digital yang terbuka dan aman, serta mencerminkan reformasi kunci yang telah jadi prioritas utama BSA selama hampir satu dekade," pungkasnya.





