N (47) masih terbayang pesan anaknya MAR (22) sebelum tewas digetok palu oleh adiknya yang berusia 16 tahun di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (24/2).
N yang dipanggil 'umi' oleh anak-anaknya mengungkapkan bahwa MAR kerap kali mengingatkan dirinya untuk selalu taat beribadah.
"Dia selalu menyampaikan, 'rajin taklim, Mi, rajin ibadah, rajin membaca Alquran, Mi, rajin untuk membaca doa-doa,' seperti itu," ucap N saat ditemui kumparan di rumahnya, Jumat (27/2).
MAR berpesan pada N agar taat beribadah seperti halnya sebelum N menjalankan bisnis kulinernya. N merupakan seorang pedagang pecel lele di kawasan Kelapa Gading.
"(Katanya) 'seperti dulu, Mi, seperti Umi nggak sibuk lagi,' seperti itu. Beliau sangat baik agar terdepan ibunya," kata N.
Menurut N, pesan MAR tidak hanya diutarakan secara verbal kepada ibundanya. MAR juga seringkali memberikan pesan melalui ponsel memberikan doa terbaik bagi N.
"Dan almarhum ini selalu kalau dalam WA ke Umi-nya gitu, selalu terakhir itu dengan kata-kata, 'Semoga Umi selalu dalam taufik dan hidayah-Nya,' seperti itu," ungkap N.
Pesan yang diberikan MAR kepada ibundanya ini sangat berarti bagi N. Ia mengatakan akan menjaga seluruh pesan yang diberikan anaknya tersebut.
"Yang penting saya itu selalu nasihat-nasihat kakaknya, Almarhum itu yang ingin saya jaga gitu," tutur N.
Selain itu, N juga menjelaskan bahwa perhatiannya di rumah banyak diberitakan kepada sang adik. Meski demikian, MAR yang kerap kali sibuk berkuliah tetap menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap sang adik seperti meminta agar jatah uangnya diberikan setara.
"Kakaknya itu selalu mengatakan kalau saya seratus, adik seratus, Mi, gitu," ujar N.
MAR tewas usai digetok palu berkali-kali oleh sang adik hingga tewas bersimbah darah. Peristiwa ini terjadi akibat permasalahan handuk sang kakak yang dibiarkan tertinggal di tempat tidur sang adik.
Saat ini remaja tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Utara. Dalam kasus ini, N meminta tolong kepada Presiden Prabowo untuk memberikan pengobatan kejiwaan kepada anak bungsunya tersebut.





