Tiongkok Pecat 19 Pejabat Menjelang Sidang Tahunan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Beijing

Sembilan petinggi militer kehilangan kursi di parlemen dalam gelombang pembersihan terbaru Xi Jinping.

Pemerintah Tiongkok resmi memberhentikan 19 pejabat tinggi, termasuk sembilan jenderal militer, dari daftar badan legislatif nasional. 

Keputusan strategis ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum dimulainya agenda politik tahunan terbesar di negara tersebut, "Dua Sesi" (Two Sessions), yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengonfirmasi penghapusan nama-nama tersebut tanpa memberikan rincian alasan spesifik di balik keputusan tersebut. 

Namun, langkah ini menyusul pencopotan Zhang Youxia, jenderal berpangkat tertinggi sekaligus sekutu dekat Presiden Xi Jinping, dari posisinya beberapa minggu lalu.

Fokus pada Sektor Militer

Di antara nama-nama yang dicopot terdapat tokoh-tokoh kunci dalam struktur pertahanan Tiongkok. 

Laporan media pemerintah menyebutkan bahwa Li Qiaoming, Komandan Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), dan Shen Jinlong, mantan Komandan Angkatan Laut PLA, termasuk dalam daftar tersebut.

Selain militer, pembersihan ini juga menyasar pejabat provinsi, termasuk Sun Shaochong, mantan ketua partai di wilayah Mongolia Dalam. 

Langkah ini memperpanjang tren perombakan besar-besaran di tubuh militer Tiongkok, menyusul tindakan keras pada Oktober 2025 yang melengserkan sembilan jenderal atas tuduhan korupsi.

Presiden Xi Jinping, sejak menjabat pada 2013, secara konsisten memposisikan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama kepemimpinannya. 

Ia berulang kali menegaskan bahwa korupsi adalah "ancaman terbesar" bagi eksistensi Partai Komunis.

"Pertempuran melawan korupsi tetap berat dan kompleks," ujar Presiden Xi dalam pidato terbarunya mengenai integritas partai.

Antara Penegakan Hukum dan Konsolidasi….

Meskipun otoritas Beijing menyatakan pembersihan ini adalah bagian dari upaya pembersihan internal yang sah, sejumlah pengamat internasional menilai langkah tersebut sebagai instrumen untuk menyingkirkan rival politik dan memperkuat kendali absolut Xi.

Istilah "pelanggaran disiplin dan hukum berat" sering digunakan oleh otoritas Tiongkok sebagai eufemisme untuk kasus korupsi, sebuah label yang juga disematkan kepada Zhang Youxia sebelum pencopotannya.

Persiapan "Dua Sesi"…

Langkah tegas ini diambil saat ribuan delegasi bersiap berkumpul di Beijing untuk menghadiri Dua Sesi: pertemuan tahunan NPC sebagai lembaga legislatif, dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) sebagai badan penasihat politik tertinggi.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung dari 4 hingga 11 Maret tersebut akan menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk:

•    Mengumumkan rencana lima tahun ke depan.
•    Menguraikan tujuan kebijakan utama negara.
•    Menetapkan target ekonomi tahunan Tiongkok di tengah tantangan global.

Penghapusan pejabat ini memastikan bahwa konfigurasi politik di Beijing selaras dengan visi kepemimpinan pusat sebelum arah kebijakan strategis negara ditetapkan untuk setahun ke depan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Atlet Panjat Tebing Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Verrell Bramasta Dukung Menpora Buka Kanal Pengaduan
• 13 menit lalumedcom.id
thumb
Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Tren Warna Lebaran 2026 yang Diprediksi Bakal Mendominasi Outfit Hari Raya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Carlos Parreira Ungkap Kekecewaan Setelah Madura United Digulung Persib Bandung
• 14 jam lalubola.com
thumb
iDEA Usul OS dan App Store Jadi Gatekeeper Verifikasi Usia
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.