Fenomena awan berbentuk berbentuk unik mirip piring bertumpuk terlihat di atas Gunung Slamet. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tak khawatir.
Dalam video yang beredar terlihat awan berbentuk piring itu seperti menggantung di langit. Banyak warganet yang mengaitkan dengan potensi badai atau cuaca buruk jika ada awan tersebut.
Menanggapi fenomena tersebut, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Giyarto mengatakan, kemunculan awan tersebut merupakan fenomena yang biasa saja.
"Ini fenomena biasa aja ketika mendekati pancaroba," ujar Giyarto kepada kumparan, Jumat (27/2).
Awan LenticularisIa menjelaskan awan bernama Lenticularis itu merupakan awan golongan menengah. Awan tersebut terbentuk karena awan terhalang bukit atau gunung.
"Munculnya awan Lenticularis. Merupakan awan menengah. Yang biasa tumbuh dikarenakan adanya halangan. Di sekitar obstacle (gunung, bukit atau dataran tinggi). Di sekitar awan itu terdapat turbulensi angin," jelas dia.
Namun ia memastikan kemunculan awan Lenticularis itu bukan sebuah tanda bahaya seperti badai atau cuaca buruk.
"Kalau cuaca buruk disebabkan oleh awan Cumulus atau Cumulonimbus," tegas dia.
Namun ia tetap meminta masyarakat mewaspadai adanya hujan deras, angin kencang hingga hujan es dalam musim pancaroba seperti sekarang.
"Imbauan tetap kami minta pada saat ini masyarakat mewaspadai potensi hujan es, puting beliung, angin kencang dan petir pada saat pancaroba," kata Giyarto.





