Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes Beri Pesan Khusus untuk Ibu-ibu

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah hingga para ibu di Bima, Nusa Tenggara Barat mendorong anak-anaknya menjadi dokter, terutama dokter spesialis, guna mengatasi kekurangan tenaga medis di daerah.

Hal itu ia sampaikan saat kunjungannya ke RSUD Kota Bima pada Jumat (27/2).

Menurut dia, persoalan kurangnya dokter spesialis bukan hanya terjadi di Bima, melainkan hampir di seluruh Indonesia. Budi menilai hal itu bisa diatasi dengan setidaknya memilih dokter spesialis asal daerah masing-masing rumah sakit.

“Betul. Di seluruh Indonesia juga begitu, Pak. Enggak hanya Bima aja. Kalau saya ditanya. Saya sangat berharap yang jadi dokter itu harus putra-putri daerah. Dan harus putra-putri daerah supaya mereka enggak lari-lari ke mana-mana (ke luar provinsi),” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan soal kurangnya dokter spesialis di Bima.

Secara khusus, ia meminta kepala daerah membujuk para orang tua agar mengarahkan anaknya menempuh pendidikan kedokteran.

“Saya ingin asli orang Bima ya. Jadi sebanyak-banyaknya, Pak Bupati, Pak Wali Kota, itu dokter kurang. Tolong bujukin semua ibu-ibu, bawa anaknya suruh jadi dokter ya. Yang pinter atau menikahkan anaknya dengan dokter, bawa ke sini yang cantik-cantik ya. Karena dokter itu sangat dibutuhkan,” imbuh Budi.

Ia juga menyinggung strategi agar dokter yang sudah ada tetap bertahan di Bima. Saat berdialog dengan para dokter, ia menanyakan asal-usul hingga status pernikahan mereka.

“Saya tadi liat tuh (dokter) yang jilbab hitam itu yang berdiri tuh, itu dari sini, orang sini. Yang jilbab merah muda, itu orang Makassar tapi menikah sama orang sini, gitu ya, spesialis saraf gitu,” kata Budi.

Budi bahkan berkelakar soal risiko dokter pindah jika tidak memiliki ikatan keluarga di daerah tersebut.

“Yang (dokter) penyakit dalam sudah menikah belum? Istrinya orang apa? Wah ini bahaya nih. Sebentar lagi pulang dia tuh ke Jawa tuh,” ujarnya.

Selain itu, ia menyatakan akan memperbanyak pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit daerah dan memastikan putra-putri daerah mendapat prioritas.

“Semua rumah sakit, rumah sakit umum daerah itu juga harus jadi rumah sakit pendidikan. Supaya bisa mengakselerasi dokter-dokter umum cepat bisa jadi dokter spesialis. Dan kalau rumah sakit pendidikan spesialisnya kan di bawah saya, itu saya akan pastikan itu harus putra-putri asli daerah,” ucap Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Nikel Merosot 2,16 Persen, Timah Naik 1,37 Persen
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Prabowo Buka Puasa Bareng Presiden MBZ dan Pimpinan PEA
• 19 jam laludetik.com
thumb
Momen Akrab Presiden Prabowo Buka Puasa Bersama Presiden MBZ
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Dikit Lagi Proyek Tol Baru Ini Beres, Bekasi ke Bandung Secepat Kilat
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Senator PFM Minta Dasco-Sjafrie Kolaborasi Pasang Badan Lindungi Prabowo
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.