Jakarta, CNBC Indonesia - Pengerjaan Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A dengan panjang main road 10,50 km menunjukkan progres fisik konstruksi yang signifikan, yakni 81,65% per pertengahan Februari 2026. Jalan tol yang membentang dari Setu hingga Sukaragam ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) WIKA-PP-KMK-HKI.
Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A menjadi bagian strategis dalam konektivitas koridor selatan, khususnya antara Jakarta dan Jawa Barat. Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E1 (Simpang Susun Jatiasih) dengan Jalan Tol Purbaleunyi (Simpang Susun Sadang).
"Tol ini diharapkan mampu mengurai beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek eksisting sekaligus menjadi alternatif utama bagi masyarakat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Barat, yang akan memudahkan mobilitas dan distribusi logistik di wilayah tersebut," ujar Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).
Dalam KSO ini, HKI mengerjakan sejumlah pekerjaan utama mulai dari timbunan dan galian tanah, struktur beton, bore pile, hingga pemasangan PCI girder & Steel box girder. Proses konstruksi didukung oleh penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk memastikan akurasi desain dan efisiensi volume pekerjaan, serta penggunaan Augmented Reality (AR) berbasis barcode untuk mendukung visualisasi dan pengendalian mutu di lapangan.
Pengerjaan Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A dengan panjang main road 10,50 km yang membentang dari Setu hingga Sukaragam progres sudah 81,65%. (Dok. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI))
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi beberapa tantangan teknis, termasuk pekerjaan erection girder pada titik crossing tol aktif Cimanggis-Cibitung Tollways (CCT) yang dibatasi oleh window time. Hal ini memerlukan penggunaan metode launcher guna menjaga keselamatan kerja dan kelancaran lalu lintas.
"Pelaksanaan dilakukan dengan memastikan kesesuaian metode kerja dan kapasitas alat, serta memperkuat koordinasi dengan pengelola tol, Dinas Perhubungan, dan pihak Kepolisian," imbuhnya.
Dengan progres yang terus meningkat dan dukungan koordinasidari berbagai pihak terkait, proyek ini ditargetkan selesai pada September 2026, sesuai jadwal kontrak yang telah ditentukan.
(wur/wur) Add as a preferred
source on Google




