Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyebutkan Indonesia akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan India terkait pengembangan mineral kritis dan industri baja.
Hal tersebut diputuskan dalam pertemuan bilateral Kementerian ESDM dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Logam India yang salah satunya membahas peningkatan kerja sama yang dituangkan di dalam bentuk itu perjanjian atau MOU.
"Pada prinsipnya kami menyetujui nanti akan dilakukan pembahasan, pematangannya itu di tingkat menteri. Di situ kerja samanya dari India mereka juga akan mendorong investasi perusahaan-perusahaan India untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama di industri logam," kata Yuliot saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (27/2).
Selain dari sisi industri logam, penguatan kerja sama juga dilanjutkan terhadap industri hilirisasi dari logam di Indonesia. Kemudian, terkait pengembangan barang modal dalam bentuk riset dan inovasi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi.
"Dalam pembahasan, dari India itu akan menyampaikan draft MoU. Kemudian, kita juga akan konsultasi dengan kementerian luar negeri yang terkait dengan kerangka MoU yang akan dibahas dan juga akan ditindaklanjuti penandatanganan antar menteri, Menteri ESDM dengan Menteri Logam India," jelas Yuliot.
Berdasarkan unggahan Instagram resmi Wamen ESDM, @tanjungyuliot, Kementerian ESDM telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Secretary, Ministry of Steel, Government of India, Sandeep Poundrik di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (24/2).
Pertemuan tersebut membahas peluang investasi dan penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan India, khususnya pada pengembangan critical minerals serta fasilitas dalam mendukung produksi baja di Indonesia.
"Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang," jelas Yuliot dalam unggahan tersebut.





