Hindari Minum Kopi di Malam Hari! Ternyata Ini Efeknya bagi Tubuh

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Insomnia atau gangguan tidur tidak hanya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Dapat juga menyerang semua kelompok usia, termasuk remaja dan anak-anak. Salah satu penyebabnya karena minum kopi di malam hari.

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur yang tidak berkualitas. Insomnia yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat berdampak serius pada kesehatan.

Memperbaiki pola hidup sehat diantaranya hindari kopi saat malam, salah satu mencegah insomnia.

Dokter Spesialis Saraf Konsultan Neurobehaviour RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Abdul Muis, Sp.S (K), mengatakan kurang tidur kronis berisiko memicu stres, gangguan kecemasan, depresi, hingga menurunkan konsentrasi dan produktivitas dalam aktivitas sehari-hari.

“Tak hanya berdampak pada kesehatan mental, insomnia juga berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit kronis,” tuturnya.

Beberapa di antaranya adalah diabetes, hipertensi, gangguan jantung, hingga penurunan fungsi ginjal akibat terganggunya proses metabolisme tubuh.
Oleh karena itu, penanganan insomnia perlu dilakukan sedini mungkin.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memperbaiki gaya hidup, termasuk mengatur pola makan dan minum, khususnya dengan menghindari konsumsi kopi di malam hari.

“Perubahan pola dan kebiasaan sehari-hari menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mengatasi gangguan tidur. Kebiasaan buruk yang dibiarkan terus-menerus justru dapat memperparah kondisi insomnia,” ucapnya.

Dokter Abdul Muis menyarankan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat secara konsisten. Jika keluhan insomnia terus berlanjut, ia mengimbau agar segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Selain itu, kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah konsumsi makanan dan minuman yang bersifat stimulan. Zat stimulan dapat merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat tubuh tetap terjaga meskipun sudah waktunya beristirahat.

“Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat stimulan seperti teh, kopi, alkohol, dan rokok, terutama pada malam hari,” ujarnya.

Ia juga menyarankan untuk menciptakan kondisi tubuh yang rileks sebelum tidur. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mandi air hangat sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum tidur.

Aktivitas fisik seperti olahraga teratur juga dinilai efektif membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, olahraga sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur karena justru dapat meningkatkan kewaspadaan tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Wahidin, Dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, MARS, juga menyoroti kebiasaan konsumsi kopi yang kerap dilakukan tanpa memperhatikan waktu. Banyak orang beranggapan bahwa waktu terbaik minum kopi adalah segera setelah bangun tidur.

Padahal, pada pagi hari kadar hormon kortisol dalam tubuh sedang berada pada tingkat yang tinggi. Jika kopi dikonsumsi saat kadar kortisol tinggi, produksi hormon stres dapat meningkat lebih lanjut dan berpotensi berdampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang.

“Jangan minum kopi ketika mau tidur. Hindari setidaknya empat jam sebelum waktu tidur. Waktu terbaik untuk menikmati kopi adalah sekitar tiga hingga empat jam setelah bangun tidur, saat kadar kortisol mulai menurun,” pungkasnya.

Dia menegaskan bkafein memiliki efek stimulan yang dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Oleh karena itu, ia menyarankan agar tidak mengonsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur.

“Idealnya, hindari minum kopi setidaknya enam jam sebelum tidur. Jika Anda tidur pukul 22.00, maka sebaiknya kopi terakhir dikonsumsi maksimal pada pukul 16.00,” sarannya.

Konsumsi kopi yang terlalu malam bisa menyebabkan kesulitan tidur, mengurangi durasi tidur nyenyak, serta meningkatkan risiko insomnia. Ini karena kafein menghambat produksi adenosin, zat kimia dalam otak yang berperan dalam membuat tubuh merasa mengantuk.

Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, efeknya bahkan bisa lebih lama. Jika tetap ingin menikmati minuman hangat di malam hari, alternatif yang lebih baik adalah teh herbal atau susu hangat.

Kedua minuman ini memiliki efek menenangkan yang justru bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.

Dengan memperhatikan waktu konsumsi kopi, seseorang dapat tetap menikmati manfaatnya tanpa mengorbankan kualitas tidur.

“Mengatur waktu dengan bijak akan membantu menjaga keseimbangan energi sepanjang hari tanpa menimbulkan gangguan tidur di malam hari,” tuturnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Dibuka Melemah ke 8.211, Masih Bisa Rebound atau Lanjut Koreksi?
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Danantara bicara soal pembelian 50 pesawat Boeing dari AS untuk Garuda
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Kematian Bocah NS, Ibu Kandung Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Alami Teror
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Anak Riza Chalid Akan Ajukan Banding
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.