Sebanyak 50,25 persen atau 201 pembaca menyatakan bahwa mereka biasanya mencukur rambut di barbershop. Angka tersebut diperoleh dari polling kumparan pada 9 hingga 23 Februari 2026.
Total ada sebanyak 400 pembaca yang menjawab polling ini. Sedangkan, 39,25 persen atau 157 pembaca biasa mencukur rambut di tukang cukur asli Garut atau Asgar, dan 10,5 persen atau 42 pembaca biasa mencukur rambut di salon.
Saat ini, pilihan tempat untuk cukur rambut semakin bervariasi. Mulai dari barbershop 'tradisional' dengan harga 'ramah' dompet hingga salon modern yang menawarkan berbagai pelayanan dan fasilitasnya yang lengkap.
Di tengah-tengah menjamurnya barbershop modern, tempat cukur 'tradisional' juga masih tetap eksis hingga saat ini, termasuk Asgar yang tak mati dimakan zaman.
Salah satu pemilik kedai cukur rambut Asgar, Mudi (46), mengaku memang semakin banyaknya barbershop modern menjadi tantangan baginya. Pria yang telah menjalani bisnis cukur rambut lebih dari 15 tahun tersebut mengaku bahwa anak muda cenderung lebih memilih barbershop modern.
“Mungkin (anak muda) lebih menarik ke barbershop daripada ke pangkas (Asgar), apalagi (di Asgar) usia-usia sudah lanjut, kaya saya sudah 40 tahun ke atas. Kadang anak muda usia 20 tahunan, belasan tahun enggak mau cukur jadul-jadul (tukang cukurnya) sudah tua,” cerita Mudi, Selasa (27/1).
Selain itu, persaingan lain yang ia lihat adalah dari segi layanan dan promo. Ia melihat barbershop modern kerap memiliki promo yang menarik. Sementara dari segi layanan, barbershop modern lebih memiliki banyak layanan.





