Kecam Keras Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing, Verrell Bramasta Dukung Langkah Tegas Menpora

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Verrell Bramasta mengecam keras kasus kekerasan seksual dan fisik yang menimpa delapan atlet pelatnas panjat tebing.

Verrell menegaskan bahwa dunia olahraga seharusnya menjadi ruang aman untuk mencetak prestasi, bukan arena yang mencederai martabat manusia.

BACA JUGA: 3 Korban Kekerasan Seksual Dokter Priguna Terima Restitusi Rp 137 Juta

Ia menyatakan berdiri sepenuhnya di sisi korban dan mendukung penuh langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) serta Kemenpora dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Saya sangat mengecam segala bentuk kekerasan. Mari kawal kasus ini, jika terbukti bersalah, pelaku harus mendapat sanksi tegas agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Oknum Perwira Polda Gorontalo Diduga Melakukan Kekerasan Seksual

Sebagai politisi muda, Verrell juga mengapresiasi langkah Menpora Erick Thohir yang membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

Menurutnya, langkah pembukaan hotline tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi aset bangsa.

BACA JUGA: Gagal Banding dalam Kasus Kekerasan Seksual, Taeil Eks NCT Dihukum 3,5 Tahun Penjara

“Korban harus mendapatkan pendampingan maksimal, termasuk akses pemulihan psikologis yang memadai. Identitas mereka harus dijaga dan dilindungi, agar tidak menghadapi tekanan sosial karena keberanian mereka untuk bersuara," ujarnya.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang merupakan mitra Kemenpora, Verrell sejalan dengan upaya Kemenpora untuk mendukung proses investigasi yang dilakukan FPTI.

"Saya juga sangat mengapresiasi pembentukan tim khusus serta langkah Kemenpora yang membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,” ujarnya.

Verrell berharap seluruh federasi melakukan evaluasi agar proses pemusatan latihan bisa menjamin keamanan dan keselamatan para atlet dari ancaman kekerasan.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa integritas pembinaan atlet harus diutamakan. Sistem pengawasan dan perlindungan di federasi olahraga dan pelatnas juga harus diperkuat, agar kasus seperti ini tidak terulang. Karena peristiwa ini bukan hanya menyakitkan bagi korban tetapi juga bagi citra olahraga tanah air,” pungkas Verrell.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
German Open 2026: Taklukan Hsu/Lin Straight Game 35 Menit, Tiwi/Fadia Melangkah ke Perempat Final
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Dokter Wanti-wanti Jangan Langsung Makan Makanan Bersantan Saat Buka Puasa, Efek Mengerikan Ini Mengintai Perut
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Potret Terkini Rumah Hunian Korban Bencana Sumatera di Tapsel, Menteri PU: Minggu Ini Rampung
• 11 jam laludisway.id
thumb
Dua Terdakwa Kasus Minyak Mentah Divonis 13 Tahun Penjara
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Mabes Polri Dijaga 3.093 Personel Saat BEM UI Gelar Aksi Siang Ini
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.