FAJAR, MAKASSAR,– Paket 1 Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel masih fokus pada ruas di Kota Makassar. Utamanya yang memiliki lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.
Misalnya, Jl Hertasning yang saat ini masih dikebut penuntasannya. Setelah tuntas, Jl Aroepala dan Jl Tun Abdul Razak jadi sasaran selanjutnya. Kedua ruas ini masih terhubung langsung dengan Jl Hertasning, di mana terusan ruas ini menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel memetakan pengerjaan selanjutnya akan menyasar ruas Jl Aroepala yang juga dalam kondisi rusak parah seperti Hertasning. Hanya saja, tahapan pengerjaannya akan berbeda dibandingkan ruas jalan Hertasning.
Plt Kepala Bidang Preservasi Jalan, Dinas BMBK Sulsel Muh Rosyadi menyebut pengerjaan akan fokus pada drainase dahulu. Mengingat persoalan utama di Jl Aroepala berada pada sistem drainase.
Drainase yang tidak memadai membuat air tidak mengalir saat hujan turun. Akibatnya merusak kondisi aspal di jalan yang berimbas membahayakan pengerjaan. Skema serupa juga akan diterapkan pada perbaikan jalan Tun Abdul Razak.
“Untuk di Aroepala juga dan Tun Abdul Razak juga rencana pekerjaan drainase dulu kita laksanakan,” kata Rosyadi, Kamis, 26 Februari.
Titik genangan air selama ini terparah berada di depan RS Primaya. Dinas BMBK memang pernah melakukan penanganan sementara dengan menggunakan paving block. Namun, saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur dalam durasi yang lama, maka air akan menggenang dengan cepat.
Genangan juga sering nampak di sisi kiri jalan arah menuju perbatasan Kabupaten Gowa. Titik inilah yang akan dilakukan pengerjaan drainase dahulu.
Adapun panjang ruas Jl Aroepala dikerjakan 1,80 Km. Sedangkan ruas Jl Tun Abdul Razak Gowa sepanjang 3,68 km. Nanti setelah drainase rampung, maka perbaikan ruas jalan dimulai. Titik lainnya, yakni di ruas Burung-Burung – Bili-Bili sudah masuk tahap perbaikan drainase. Ruas Burung-Burung ke Bili-Bili sepanjang 6,95 km.
“Di ruas burung -burung ke bili-bili kabupaten Gowa itu masih Pekerjaan pasangan batu, drainase, setelah itu baru kita masuk ke pekerjaan jalannya,” tambahnya.
Di sejumlah titik di Jl Hertasning, kendaraan asphalt finisher (pengampar) dan roller (pemadat) terparkir di siang hari. Pengerjaan dilakukan pada malam hari saat volume kendaraan melintas menurun. Saat ini, sebagian ruas telah dikerjakan.
“Itu untuk ruas Hertasning itu sudah 50 persen, masih berjalan. Sementara yang ruas Aroepala dan Tun Abdul Razak itu masih on progress dan masih berjalan proses perencangan dan pelaksanaan pekerjaan,” lanjutnya.
Dalam paket 1 ini, ada 13 ruas jalan yang akan dikerjakan bertahap. Tahap awal dimulai dari ruas Jl Hertasning. Kemudian berlanjut ke Jl Aroepala. Di Kabupaten Gowa ada Jl Tun Abdul Razak, Jl HM Yasin Limpo, Burung-Burung ke Bili-Bili, Sungguminasa – Malino, maupun Malino – Batas Sinjai. Selain itu ada juga ruas jalan di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bulukumba.
Muh Rosyadi menyebut alasan Jl Hertasning dahulu dikerja mengingat Lalu Lintas Harian (LHR) tinggi. “Itu masih LHR tinggi dan itu masih prioritas untuk ditangani terlebih dahulu. Kita utamakan yang LHR tinggi dulu,” katanya.
Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan menyebut tantangan dihadapi saat ini faktor cuaca. Selama Januari – Februari 2026 ini, cuaca di Kota Makassar masih dominan diguyur hujan sedang hingga lebat. Curah hujan cukup tinggi dinilai belum memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan pengaspalan secara optimal.
“Sekarang situasinya cuaca memang belum memungkinkan untuk pengaspalan (full). Kita tentu tidak ingin pekerjaan dilakukan tergesa-gesa lalu hasilnya tidak maksimal,” jelas Ihsan.
Proyek pengerjaan ini masuk dalam skema Multi Years Contract (MYC) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025-2027. Sehingga secara target penyelesaian masih panjang. Paket I nilai kontraknya mencapai Rp430,7 Miliar penanganan sepanjang 300,24 km. (uca)





