JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lansia dan penyandang disabilitas bakal menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jadi selama ini kan dilayani oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) ya, nanti dilayani oleh SPPG, tapi yang mengantarkan itu teman-teman yang di Pokmas, nanti akan dilibatkan," kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Seskab Teddy Tegaskan MBG Tidak Kurangi Program dan Anggaran Pendidikan
Gus Ipul menuturkan, paket menu MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas rencananya akan diolah SPPG, kemudian baru diantar oleh petugas layanan dari Kemensos.
"Direncanakan seperti itu, tapi kami akan masih matangkan dulu ya sehingga nanti dapurnya lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak lansia," kata dia.
"Yang menyajikan makanan nanti SPPG, tetapi yang mengantarkan itu adalah petugas dari Kemensos termasuk caregiver," tambahnya.
Baca juga: Kepala BGN: Setiap Hari SPPG Menerima Rp 500 Juta
Melalui kerjasama dengan BGN, Gus Ipul berharap program MBG lansia dan penyandang disabilitas dapat mencakup sampai 500.000 penerima manfaat.
Kendati demikian, Gus Ipul memastikan angka ini dapat berubah karena konsep MBG lansia dan penyandang disabilitas masih dalam tahap perencanaan.
"Ke depan, harapan kami bisa antara 300.000 sampai 500.000 penerima manfaat. Jadi kami harapkan penerima manfaatnya lebih besar, tapi semua masih dalam perencanaan," ucapnya.
Baca juga: Seskab Teddy Sebut Peruntukan Anggaran Pendidikan Sudah Disetujui DPR, Ketuanya PDI-P
Gus Ipul bertemu dengan Kepala BGN bicarakan MBG lansia dan disabilitasSebelumnya, Gus Ipul sempat bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasiona (BGN) Dadan Hindayana untuk mematangkan program ini.
Program MBG bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas merupakan lanjutan dari program Permakanan milik Kemensos.
Setiap lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan makanan siap santap melalui para pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di daerah.
"Skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya (Permakanan) lebih luas dan standar gizinya lebih terukur," ucap Gus Ipul, usai pertemuan dengan Kepala BGN Dadan Hindayana, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai bahwa program MBG lansia dan penyandang disabilitas akan semakin mudah dengan adanya SPPG.
"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 kilometer," ujar Dadan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




