Jalanan di Jateng Masih Banyak Berlubang, Calon Pemudik Resah

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Sejumlah pemudik yang bakal melalui ruas-ruas jalan provinsi di Jawa Tengah mengaku resah karena masih menemui banyak jalan berlubang. Mereka berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan sehingga para pemudik bisa melintasi jalan-jalan tersebut dengan aman dan nyaman.

Febrianto (42), warga Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jateng, yang sedang merantau ke Kota Semarang, berencana mudik pada Lebaran mendatang. Ia mengaku antusias mudik ke Blora karena sudah sekitar tujuh bulan dirinya tidak pulang ke kampung halamannya tersebut.

Kendati demikian, Febrianto yang berencana mudik dengan mengendarai sepeda motor itu juga resah. Sebab, masih ada sejumlah jalan berlubang yang kemungkinan bakal dia temui dalam perjalanan Semarang-Blora. Hal itu diketahui Febrianto setelah dirinya bertanya kepada teman-temannya yang rajin melakukan perjalanan Semarang-Blora.

"Sejak saya kuliah, sekitar 20 tahun lalu, kondisi jalanan dari Semarang ke Blora itu bisa dibilang tidak pernah mulus, pasti ada saja yang rusak atau berlubang. Saya sampai hapal karena biasanya yang rusak ya di daerah situ-situ saja," kata Febrianto, Jumat (27/2/2026).

Menurut informasi yang diterima Febrianto dari teman-temannya, jalan berlubang masih kerap ditemui para pengguna jalan, terutama di ruas jalan provinsi, seperti di Semarang-Purwodadi, Jalan Lingkar Utara Purwodadi, dan jalan Ngawen-Blora.

Lubang jalan di titik-titik itu, disebut Febrianto memiliki kedalaman beragam, mulai dari 10 sentimeter (cm) sampai 15 cm. Kemudian, lebar lubangnya juga tak main-main, bisa mencapai 1 meter.

Baca JugaPersiapan Mudik Lebaran 2026: One Way, Contra Flow, Ganjil Genap, hingga Diskon Tarif

Bahkan, menurut Febrianto, ada juga jalan yang sering kali retak di daerah Ngawen, Blora. Dia menyebut, panjang jalan yang retak di wilayah itu mencapai 1 kilometer.

"Katanya terjadi karena kondisi tanahnya labil, tapi masak dari zaman saya masih kecil sampai tua, sudah ganti gubernur berulang kali, belum beres juga. Harusnya ada teknologinya atau bagaimana lah upayanya biar jalanan itu aman dan nyaman dilintasi," ucapnya.

Beberapa waktu terakhir, Febrianto mengetahui dari media sosial bahwa pemerintah mulai memperbaiki jalan-jalan yang berlubang. Ia berharap, perbaikan jalan dilakukan dengan layak. Sebab, menurut dia, perbaikan jalan kadang dilakukan untuk mengejar target supaya cepat selesai, tak begitu mempertimbangkan kualitasnya.

"Malah di beberapa titik itu ada juga yang jalan-jalan ditambal, tapi tambalannya tidak rata. Menurut saya yang seperti itu malah membahayakan. Kalau niatnya memperbaiki, ya perbaiki yang layak, yang rata. Kalau masih njendol-njendol begitu kan malah membahayakan," ujar Febrianto.

Baca JugaPersiapan Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan Nasional di Lampung Mulai Dikebut

Kekhawatiran serupa juga menimpa Arif Suyono (33), warga Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, yang merantau ke Kota Semarang. Arif yang saat Lebaran mendatang berencana mudik ke Batang juga memiliki kemungkinan berhadapan dengan lubang-lubang jalan.

Selama ini, Arif memiliki dua alternatif jalan yang bisa dilalui dari Semarang ke Batang, yakni melewati Jalan Pantura dan melewati jalur di kawasan Kendal atas. Namun, kedua jalan itu, disebut Arif, sama-sama memiliki lubang di sana-sini.

"Kalau di Jalan Pantura, itu dari Semarang ke Batang merata lubang jalannya, mulai dari yang lubang kecil-kecil sampai yang besar dan dalam. Kalau lewat jalan provinsi di Kendal atas, relatif lebih sedikit ketemu jalan berlubang, tapi memang perjalannya jadi lebih lama karena sedikit memutar," kata Arif.

Arif menyebut, lubang-lubang di jalan provinsi banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Wonotunggal dan Kecamatan Blado, Batang. Lebar lubangnya variatif, sekitar 5-10 cm. Adapun kedalamannya rata-rata sekitar 10 cm.

Arif menduga, banyaknya lubang di jalanan Wonotunggal dan Blado disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena sering dilewati truk dengan muatan berlebih. Di samping itu, hujan deras yang kerap turun di wilayah tersebut juga diduga Arif memicu pengelupasan aspal.

Baca JugaBanyak Jalan Rusak di Jateng, Korban Berjatuhan, Perbaikan Mendesak

Keberadaan lubang di jalan-jalan tersebut membuat Arif khawatir terperosok. Oleh karena itu, Arif selalu menghindari perjalanan di malam hari. Sebab, dia menyebut, penerangan jalan, baik di jalan pantura maupun jalan provinsi, sama-sama minim.

Arif berharap, pemerintah segera menangani jalan-jalan berlubang tersebut supaya bisa dilalui dengan aman dan nyaman oleh masyarakat. Di samping itu, ia berharap pemantauan jalan dilakukan setiap hari. Dengan demikian, ketika ada lubang jalan yang baru, bisa langsung diperbaiki.

"Sebentar lagi kan musim mudik, pasti akan sangat banyak pemudik yang lewat di jalanan-jalanan yang ada di Jateng. Jalanan itu kan ibaratnya wajah Jateng, kalau jalan berlubang dibiarkan ya orang akan berpikir pemerintah kerjanya tidak maksimal. Tapi, kalau jalanan bagus, mulus, kan orang jadi melihat pemerintahnya bekerja dengan baik," ucap Arif.

Sejak saya kuliah, sekitar 20 tahun lalu, kondisi jalanan dari Semarang ke Blora itu bisa dibilang tidak pernah mulus, pasti ada saja yang rusak atau berlubang

Ribuan lubang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jateng Henggar Budi Anggoro mengakui, masih ada ribuan lubang di ruas-ruas jalan provinsi. Menurut Henggar, ada sekitar 17.000 lubang di jalanan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng sekitar 2.440 km. Dari jumlah tersebut, dia mengklaim, sekitar 14.000 lubang sudah diperbaiki.

"Saat ini masih ada sekitar 3.000 lubang yang belum diperbaiki. Paling banyak di wilayah Semarang, Tegal, Pati, dan Grobogan. Saya pasang target, dua pekan sebelum Lebaran sudah selesai diperbaiki semuanya," ujar Henggar.

Henggar menyebut, anggaran untuk penanganan ruas jalan, yang meluputi perbaikan maupun pemeliharaan, tahun 2026 sebesar Rp 300 miliar. Jumlah itu merosot tajam dari anggaran di tahun sebelumnya yang sekitar Rp 1 triliun.

Meski anggarannya merosot tajam, Henggar mengaku, pihaknya bakal berupaya penuh untuk menghadirkan jalan-jalan dengan kualitas baik untuk masyarakat. Tak hanya perbaikan, pemantauan kondisi jalan juga bakal dilakukan setiap hari untuk memastikan jalanan di Jateng siap dilintasi masyarakat, khususnya para pemudik.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, pada masa mudik Lebaran, akan ada 17,7 juta orang yang diperkirakan masuk ke Jateng. Sementara itu, di periode yang sama, diperkirakan bakal ada pergerakan dari sekitar 38,71 juta orang di wilayah Jateng.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, tingginya pergerakan masyarakat di Jateng itu disebut bakal didukung dengan kondisi jalan yang baik. Luthfi mengklaim, kondisi jalanan di wilayahnya 94 persen mantap.

Luthfi menyebut, perbaikan-perbaikan masih terus dilakukan dan diharapkan bisa rampung sebelum masa mudik Lebaran. Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa kondisi jalan harus baik.

"Pertama, untuk keselamatan berlalu lintas. Kedua, untuk mendukung pergerakan ekonomi karena konektivitas jalan memperlancar distribusi barang dan jasa. Ketiga, mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru," kata Luthfi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Ramadhan Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Industri Nasional
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
4 Zodiak yang Selalu Semangat Booking Tempat Bukber
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kawah Bekas Hantaman Meteor Termuda Ditemukan di China, Diameternya 1,85 Km
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Diproyeksi Turun Lebih Dalam, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.