Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan siap dibuka secara fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono, mengatakan jalur tersebut menjadi salah satu ruas yang dipersiapkan setelah dilakukan pengecekan bersama Kakorlantas dan Kapolda Jabar.
“Japek II Selatan dari hasil pengecekan terakhir Pak Kakorlantas dan Pak Kapolda akan dibuka fungsional, terutama saat arus balik,” ujar Raydian di Bandung, Jumat.
Menurut dia, pembukaan jalur tersebut diharapkan mampu memecah arus kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta sehingga kepadatan di jalur utama dapat berkurang.
Selain Japek II Selatan, ruas Tol Bocimi Seksi 3 sepanjang sekitar 6 kilometer yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah juga berpotensi dibuka secara fungsional.
“Ini untuk menghindari kepadatan di Pasar Cibadak,” katanya.
Raydian menegaskan pembukaan jalur bersifat situasional dan akan ditentukan berdasarkan hasil traffic counting saat arus mudik maupun balik.
“Kalau memang diperlukan, nanti akan kita sesuaikan,” katanya.
Sementara itu, Polda Jabar juga mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik melalui rapat kerja fungsi lalu lintas sebagai bagian dari kesiapan Operasi Ketupat 2026.
Raydian menjelaskan rapat tersebut menjadi langkah krusial guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
“Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas sektoral, survei lapangan, hingga sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.
Dalam Operasi Ketupat 2026, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi perhatian, yakni klaster tol, jalan arteri khususnya jalur selatan, tempat wisata, tempat ibadah, serta penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono, mengatakan jalur tersebut menjadi salah satu ruas yang dipersiapkan setelah dilakukan pengecekan bersama Kakorlantas dan Kapolda Jabar.
“Japek II Selatan dari hasil pengecekan terakhir Pak Kakorlantas dan Pak Kapolda akan dibuka fungsional, terutama saat arus balik,” ujar Raydian di Bandung, Jumat.
Menurut dia, pembukaan jalur tersebut diharapkan mampu memecah arus kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta sehingga kepadatan di jalur utama dapat berkurang.
Selain Japek II Selatan, ruas Tol Bocimi Seksi 3 sepanjang sekitar 6 kilometer yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah juga berpotensi dibuka secara fungsional.
“Ini untuk menghindari kepadatan di Pasar Cibadak,” katanya.
Raydian menegaskan pembukaan jalur bersifat situasional dan akan ditentukan berdasarkan hasil traffic counting saat arus mudik maupun balik.
“Kalau memang diperlukan, nanti akan kita sesuaikan,” katanya.
Sementara itu, Polda Jabar juga mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik melalui rapat kerja fungsi lalu lintas sebagai bagian dari kesiapan Operasi Ketupat 2026.
Raydian menjelaskan rapat tersebut menjadi langkah krusial guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
“Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas sektoral, survei lapangan, hingga sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.
Dalam Operasi Ketupat 2026, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi perhatian, yakni klaster tol, jalan arteri khususnya jalur selatan, tempat wisata, tempat ibadah, serta penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan.





