FAJAR, MAKASSAR – Badan Pengurus IKA UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama bertajuk “Alumni Berkiprah, Bangsa Berjaya” di Sultan Alauddin Hotel & Convention Makassar, Jumat, 27 Februari.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah alumni, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Ketua Umum BP IKA UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham menyampaikan terima kasih atas kehadiran para alumni dan undangan yang telah meluangkan waktu dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi dan peran alumni dalam pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.
“Kehadiran kita hari ini bukan sekadar untuk berbuka puasa bersama, tetapi untuk memperkuat tekad bahwa alumni UIN Alauddin harus terus berkiprah bagi bangsa dan kemajuan keumatan. Kita boleh berbeda latar belakang dan peran, tetapi visi kita tetap sama: memberikan kontribusi terbaik untuk negeri,” kata dia.
Idrus juga menekankan pentingnya peran alumni dalam membangun kemajuan bangsa dan negara. Kata dia, alumni harus ambil peran dalam berkontribusi langsung untuk kemajuan.
“Dalam perspektif pengembangan Islam ke depan, alumni harus bisa melanjutkan perjuangan yang telah diletakkan oleh Sultan Alauddin pada tahun 1607, ketika Islam masuk di sini dan pusatnya di Kerajaan Gowa. Alumni harus berpikir dalam kerangka pengabdiannya, kiprahnya, untuk kepentingan umat dan bangsa ini,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan, UIN ini harus betul-betul menjadi episentrum syiar Islam. Sebab saat ini, kiprah ke depan harus disertai dengan program-program nyata untuk kepentingan masyarakat, umat, dan bangsa.
“Orientasi program kita ada tiga. Pertama, bagaimana masalah-masalah rakyat dan umat bisa kita selesaikan bersama. Kedua, bagaimana kebutuhan-kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Dan yang paling penting adalah bagaimana harapan kehidupan masyarakat Indonesia ke depan semakin baik. Ini menjadi tuntutan dari alumni ketika berkiprah ke masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, untuk melaksanakan hal ini tidak bisa sendiri, harus dilakukan bersama-sama. Itu sebabnya, setelah ini mereka akan melanjutkan silaturahmi dengan seluruh aparat pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kota, Polda, hingga DPRD.
“Instrumen yang kita bawa adalah konsep dengan tiga orientasi tadi. Jadi IKA sebagai perpanjangan dari UIN, sebagai wadah alumni yang diberikan motivasi pengabdian, harus bergerak bersama-sama. Orientasinya adalah rakyat. Secara teritorial, IKA juga harus berpikir menempatkan penguatan posisi Sulsel sebagai sentra pendorong perekonomian bangsa di KTI,” terangnya.
Sementara Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menyampaikan apresiasi atas soliditas dan perkembangan IKA UIN Alauddin yang terus menunjukkan peran strategisnya. Dia menegaskan, keberadaan alumni merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat reputasi dan kontribusi perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Dia juga menyampaikan, IKA UIN Alauddin saat ini berada dalam momentum yang sangat baik. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikelola secara bijak agar menjadi “masa keemasan” yang berkelanjutan.
“IKA UIN Alauddin sedang berada dalam fase yang sangat produktif dan strategis. Ini adalah momentum yang harus kita kelola dengan baik agar menjadi masa keemasan yang terus berlanjut. Silaturahmi yang terbangun tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berdampak secara sistemik bagi umat dan masyarakat,” ujarnya. (wid)





