JAKARTA, KOMPAS.com - Nani Sutra Sitorus (38), perempuan yang viral karena tidak mau membayar makanan diciduk di restoran McDonald's Hayam Wuruk, Gambir, Jakarta Pusat usai mengambil makanan pengunjung, Kamis (26/2/2026).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gambir, Diana Ilham Mukim mengatakan, pihak restoran saat itu langsung melapor ke Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat.
Baca juga: Dinsos Jakpus Ungkap Identitas Perempuan Viral yang Sering Tak Bayar Ojol dan Makan
"Lalu P3S mendatangi lokasi karena mendapat laporan ibu itu mengambil makanan pengunjung," ujar Ilham saat dihubungi Kompas.com, Selasa
"Karena orang P3S tidak membawa kendaraan operasional, hanya menggunakan motor, akhirnya dibawa ramai-ramai ke Kelurahan Kebon Kelapa," tutur Ilham.
Setelahnya, petugas Satpol PP yang sedang piket ikut datang ke Kelurahan Kebon Kelapa.
Nani sebelumnya sudah sering diadukan oleh warga karena perilakunya yang meresahkan.
Selain itu, Nani juga sering naik ojek tanpa membayar.
"Si ibu tersebut, bahwa yang bersangkutan sering datang ke situ, naik ojek, naik motor enggak bayar, kemudian kadang makan di McD (McDonald's) enggak bayar," imbuh dia.
Baca juga: Sebelum Ditangkap, Perempuan Viral karena Tak Bayar Makan Sudah Sering Meresahkan
Perilaku agresif
Di kantor Kelurahan Kebon Kelapa, Nani diinterogasi oleh petugas P3S dan Satpol PP. Namun, jawaban dari Nina berbelit-belit.
"Si ibu itu setiap ditanya susah, ini begini, ngalor-ngidul enggak nyambung lah kasarnya kan. Akhirnya anggota saya, bertanya kepada si ibu, kepada si ibu itu pertanyaannya, 'Katanya Ibu kooperatif?'," jelas Ilham.
"Dalam Instagram kan ada tuh, 'Kan kalau Ibu kooperatif, tolong tunjukkan KTP-nya biar nanti kami antarkan ke keluarga Ibu sesuai dengan domisili KTP Ibu,' begitu.
Hanya itu pertanyaan dari anggota saya," lanjut dia.
Setelah itu, pihak P3S melakukan pengamatan.
Berdasarkan pengamatan dari interogasi yang dilakukan, terindikasi Nina berperilaku agresif.
"Kemudian, yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Khusus Duren Sawit. Karena terindikasi si ibu tersebut terlalu agresif atau membahayakan lah," tutur Nina.