BRI (BBRI) Alokasikan Obligasi Rp5 Triliun untuk Pembiayaan Proyek Sosial, Ini Sasarannya

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bakal menggunakan hasil penerbitan obligasi sosial tersebut untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek-proyek sosial yang memenuhi kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).

BRI sebelumnya menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp5 triliun sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target penghimpunan dana hingga Rp20 triliun. 

Dalam prospektus yang diterbitkan pada 27 Februari 2026, BRI menyebutkan bahwa dana hasil penawaran umum, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan secara eksklusif untuk mendukung kategori layanan infrastruktur dasar yang terjangkau. 

Selain itu dana juga digunakan untuk akses terhadap layanan esensial, perumahan yang terjangkau, penciptaan lapangan kerja, program pencegahan dan/atau pengurangan pengangguran.

Hal ini termasuk pembiayaan usaha kecil menengah dan pembiayaan mikro, ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan, serta peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi.

BRI merinci, sekitar 50% dari dana obligasi sosial tersebut direncanakan dialokasikan untuk kategori penciptaan lapangan kerja dan program yang dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi pengangguran. 

Baca Juga

  • BRI (BBRI) Terbitkan Obligasi Rp5 Triliun, Bunga Hingga 5,95%
  • BRI (BBRI) Cetak Laba Rp57,13 Triliun pada 2025, Begini Kontribusi Anak Usaha

Cakupan ini termasuk pembiayaan usaha kecil dan menengah (UMKM) serta pembiayaan mikro. Sementara itu, sisa dana akan difokuskan pada peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan, Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial merupakan kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang bertujuan mengatasi atau memitigasi permasalahan sosial serta memberikan manfaat bagi penduduk sasaran. 

Adapun, kelompok sasaran mencakup individu dan komunitas yang hidup di bawah garis kemiskinan, masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap barang dan jasa kebutuhan pokok, pengangguran, perempuan dalam konteks kesetaraan gender, serta kelompok rentan termasuk yang terdampak bencana alam.

Adapun, obligasi sosial ini terbagi dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap berkisar 4,85% hingga 5,95% per tahun. Seluruh obligasi ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Pembayaran bunga dilakukan setiap kuartal, dengan pembayaran pertama pada 17 Juni 2026. Pelunasan pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo masing-masing seri, yakni 27 Maret 2027 untuk Seri A, 17 Maret 2029 untuk Seri B, dan 17 Maret 2031 untuk Seri C.

Berikut jadwal terkait obligasi 

- Tanggal Efektif : 20 Juni 2025

- Masa Penawaran Umum : 11 – 12 Maret 2026

- Tanggal Penjatahan : 13 Maret 2026

- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 17 Maret 2026

- Tanggal Distribusi Obligasi Berwawasan Sosial : 17 Maret 2026

- Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Maret 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Sebut Program LPDP DKI Dimulai Tahun Depan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Koko Erwin Bandar Narkoba Langsung Digiring ke Bareskrim Polri Usai Ditangkap di Sumut
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rekor Diam-diam Tembok Persija Jakarta Jordi Amat dan Bayang-bayang Kapten PSM Yuran Fernandes: Siapa Bek Asing Paling Berpengaruh di Super League?
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Di tengah Tekanan IHSG, Sanggupkah Dana BPJS Jadi Benteng Bursa RI?
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Mutilasi Pantai Ketewel Bali: Ibu WN Ukraina Korban Penculikan Dicek DNA
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.