Beauty Enthusiasts Kini Lebih Selektif, Apa yang Berubah?

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri kecantikan Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami pergeseran besar. Jika dulu konsumen mudah terpikat oleh label “viral” atau tren dari luar negeri, kini beauty enthusiasts justru semakin kritis dan selektif sebelum membeli produk.

Perubahan ini terlihat dalam berbagai perayaan dan pameran kecantikan yang digelar awal tahun ini di The Laguna Atrium, Central Park Mall pada 25 Februari – 1 Maret 2026. Bukan sekadar ajang belanja, acara semacam ini memperlihatkan bagaimana perilaku konsumen berubah: lebih banyak bertanya soal kandungan, keamanan, hingga sertifikasi sebelum memasukkan produk ke keranjang. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
5 Ciri Produk Skincare Cuma Overclaim, Hati-hati Berbahaya!
Orang Indonesia Berisiko Alami Hiperpigmentasi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kini, label BPOM bukan lagi sekadar formalitas, melainkan pertimbangan utama. Konsumen juga semakin memahami ingredients seperti niacinamide, retinol, hingga ceramide—dan tahu mana yang sesuai dengan kebutuhan kulit mereka. Edukasi lewat media sosial, review dermatologis, hingga komunitas beauty membuat proses membeli menjadi lebih rasional.

Dalam konteks pergeseran ini, Sociolla yang merayakan 11 tahun perjalanannya turut menyoroti pentingnya kurasi produk yang aman dan relevan. Lebih dari 50 brand lokal dan internasional dihadirkan dalam perayaan tersebut—bukan semata mengikuti tren, tetapi menyesuaikan kebutuhan konsumen yang semakin sadar kualitas dan sertifikasi.

Tak hanya soal produk, pengalaman juga menjadi faktor penting. Generasi muda menginginkan belanja yang terintegrasi secara digital, praktis, namun tetap memberi ruang eksplorasi. Interaksi langsung dengan komunitas, diskusi soal tren, hingga aktivitas kreatif menjadi bagian dari gaya hidup beauty hari ini.

Menariknya, pergeseran ini terjadi seiring meningkatnya kesadaran bahwa perawatan diri bukan lagi sekadar penunjang penampilan, melainkan bagian dari self-care. Terlebih di momen seperti Ramadhan, rutinitas skincare atau body care sering dimaknai sebagai waktu refleksi dan merawat diri secara menyeluruh.

Dari tren instan menuju keputusan yang lebih terinformasi, beauty enthusiasts Indonesia kini menunjukkan kedewasaan baru. Pertanyaannya bukan lagi “produk apa yang sedang viral?”, melainkan “apa yang benar-benar dibutuhkan kulitku?”

Baca Juga :
Mengintip Tren Kecantikan di Indonesia Timur, Sorong Diam-diam Jadi Kota Beauty Baru
Usia Remaja Baru Mulai Pakai Skincare, Jenis Apa Aja yang Penting?
Mengenal Peran Kolagen dalam Menghambat Tanda Penuaan Kulit

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kades Sukosari Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi BKK Rp600 Juta, Negara Rugi Rp220 Juta
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Satgas Pangan Polres Tulungagung Sidak Agen LPG 3 Kg, Pastikan Stok Aman Selama Ramadan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 27 Februari 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!
• 3 jam lalusuara.com
thumb
IMM Sebut Isu Daur Ulang MBG Pakai Dana Zakat Bentuk Opini Negatif ke Ketua DPD RI
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.