Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) menyebut sebanyak 3.506 warga di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumut masih menghuni tenda pengungsian hingga momen Ramadan 1447 Hijriah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, mengatakan ribuan warga itu terpaksa menjalankan ibadah puasa Ramadan di pengungsian sembari menunggu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) yang dijanjikan pemerintah.
“Saat ini jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa,” ujar Basarin, Jumat (27/2/2026).
Dia mengatakan Pemprov Sumut terus mengebut upaya mewujudkan target zero pengungsi pascabencana. Sebanyak 1.427 unit huntara hingga saat ini masih dalam proses pembangunan dan terus dipercepat penyelesaiannya agar masyarakat segera berpindah ke hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Huntara tersebut tersebar di beberapa titik di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Tapsel, huntara yang sedang dalam tahap pembangunan sebanyak 379 unit. Sebelumnya, sebanyak 186 unit huntara di lapangan bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, dan 118 unit di Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok telah dihuni sebagian masyarakat terdampak bencana.
Sedangkan di Tapteng, ada pembangunan 1.048 unit hunian sementara yang masih berprogres. Huntara yang telah dihuni masyarakat antara lain di Asrama Haji Kecamatan Pinangsori sebanyak 52 unit, 12 unit di Kecamatan Tukka, dan 90 unit di Kecamatan Pandan.
Baca Juga
- Gapki Salurkan 10 Ton Beras untuk Korban Banjir Sumut
- Update Banjir Sumut: 290 Orang Meninggal Dunia, 17 Kabupaten/ Kota Terdampak
- Sekolah Diliburkan, BGN Alihkan 526.000 MBG ke Korban Banjir Sumut-Aceh
Adapun di Tapanuli Utara tepatnya di Kecamatan Adiankoting sebanyak 40 unit juga telah ditempati masyarakat.
“Kalau penyediaan atau pembangunan selesai, semua akan tertampung di huntara. Mudah-mudahan mereka Lebaran nanti sudah bisa tinggal di huntara,” kata Basarin yang juga merupakan Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.
Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan tersebut diberikan sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.
Basarin menjelaskan bahwa Pemprov Sumut saat ini juga telah merampungkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dalam dokumen tersebut, kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi diestimasi sebesar Rp30,5 triliun. Program ini direncanakan berlangsung mulai 2026 hingga 2028.





