IRT Lebak Olah Emping Kekinian Dipadukan Kecerdasan Buatan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Para ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pelatihan kuliner kreatif melalui inovasi olahan emping melinjo yang dipadukan dengan strategi pemasaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru.

"Salah satu program yang kami jalankan secara berkelanjutan adalah Perempuan Berdaya di berbagai daerah. Kami mengajarkan keterampilan tata boga, seperti pelatihan olahan emping hari ini," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, melalui keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 27 Februari 2026.
 

Baca Juga :

Lansia dan Disabilitas Bakal Dapat MBG

Sandiaga mengatakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN). Pihaknya fokus pada pemberdayaan kelompok difabel, anak muda, dan perempuan. 

Melalui workshop olahan emping cokelat hingga brownies topping emping ini, para peserta diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi dari skala usaha kecil. Tak hanya sekadar memasak, Sandiaga memastikan para ibu rumah tangga tersebut juga dibekali kemampuan promosi digital yang mumpuni. 

Hal ini mencakup pembuatan desain flyer menggunakan AI. Termasuk pembangunan jejaring UMKM agar penjualan dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Selanjutnya, melalui program pendampingan selama satu bulan ke depan, para ibu juga akan memperoleh bantuan modal dan pendampingan. Jadi bisa langsung gas jualan," imbuh Sandiaga.


Para ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pelatihan kuliner kreatif. Foto: Dok. Istimewa.

Dalam sesi kick-off di Saung Ibu Nani, Sindangsari, sebanyak 50 peserta langsung mempraktikkan pembuatan menu inovatif. Hasilnya, para peserta berhasil membukukan total pendapatan sekitar Rp4,88 juta hanya dari tantangan pembukaan pesanan perdana (pre-order). 

Produk yang dijual meliputi brownies topping emping seharga Rp50 ribu-Rp60 ribu. Lalu, emping cokelat dan karamel di kisaran Rp35 ribu-Rp40 ribu.

Setelah pelatihan luring ini, para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu. Tahap ini difokuskan pada pengoptimalan strategi pemasaran digital dan konsultasi langsung dengan pelatih guna memastikan usaha mikro yang baru dirintis tersebut dapat berkembang pesat dan kompetitif di pasar luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selama Ramadan, Miras di Jayapura Hanya Boleh Dijual 2 Jam per Hari
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rocky Gerung: Sidang Ijazah Jokowi Itu Keliru Sejak Awal
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!
• 8 jam lalusuara.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat Berlanjut hingga Awal Maret 2026, Ini Daftar Wilayah Siaga
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Baru Tiba di RI, Prabowo Langsung Rapat Terbatas Bareng Menteri di Kertanegara
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.