Tangerang: Program makan bergizi gratis (MBG) rencananya diberikan kepada lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan rencana tersebut saat ini dalam tahap pematangan konsep.
"Ini lagi kita matangkan terus konsepnya ya. Ini kan sedang bertransformasi ke permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas. Kita ini bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG," ujar Gus Ipul di Tangerang, Jumat, 27 Februari 2026.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, agar ke depan lansia dan penyandang disabilitas dapat dilayani satuan pelayanan BGN yang dekat dengan penerima manfaat.
Baca Juga :
Menurut Gus Ipul, penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan ditentukan melalui asesmen berbasis data Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah.
"Nanti kita akan mengusulkan calon-calon penerima manfaat (lansia dan penyandang disabilitas) bersama bupati dan wali kota se-Indonesia, karena mereka yang punya datanya," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menuturkan, ke depan petugas pengirim makanan untuk lansia dan penyandang disabilitas bisa berasal dari Kemensos bukan lagi dari BGN. Selain mengantar makanan, petugas tersebut juga dapat berperan sebagai pendamping atau perawat bagi para lansia dan penyandang disabilitas.
"Karena lansia penerima manfaat ini adalah yang tinggal sendirian, usianya rata-rata di atas 75 tahun, ya kadang-kadang memerlukan pengasuhan, memerlukan perawatan. Kita harapkan nanti petugas-petugas ini juga bisa mengikuti proses pelatihan untuk bisa menjadi pengasuh bagi para lansia," jelas Gus Ipul.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik S
Gus Ipul menambahkan, program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas segera direalisasikan. Sebelum diterapkan secara luas, program ini akan diuji coba di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Kita lagi mau uji coba dulu di beberapa titik. Kalau tahun lalu menyasar sekitar 100.000 lebih untuk lansia dan 36.000 untuk penyandang disabilitas, kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300-400 ribu penerima manfaat. Jadi akan lebih besar Insyaallah tahun ini," ungkap Gus Ipul.
Sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian. Program ini juga menyasar penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian.




