REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat kepolisian masih terus mendalami motif aksi ugal-ugalan yang dilakukan pengemudi mobil Toyota Cayla berwarna hitam di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, pemeriksaan masih terus dilakukan terhadap pengemudi berinisial HM (24 tahun), yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan untuk mendalami motif tersangka. Mengingat, aksi yang dilakukan tersangka dinilai sangat tidak lazim, mulai dari kabur saat diberhentikan petugas hingga melawan arah di jalan dan menyebabkan sejumlah pengguna jalan lain terluka.
- Identitas Palsu, Bawa Sajam, dan Mencla-mencle: Pengemudi Calya Kian Mencurigakan
- Ada Empat Pasang Plat Nomor, Senjata Tajam, hingga Senpi Mainan di Mobil Calya Ugal-ugalan
- Pengemudi Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Jadi Tersangka
"Belum selesai, masih lidik. Nanti update-nya setelah kita temukan hasil-hasil penyelidikan," kata dia, dikutip Republika, Jumat (27/2/2026).
Berdasarkan dugaan sementara polisi, tersangka melakukan aksi itu lantaran tidak memiliki SIM dan STNK. Bahkan, KTP yang digunakan tersangka diketahui palsu, termasuk tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang digunakan mobil itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Namun, tidak menutup kemungkinan ada tindak pidana lain yang ingin ditutupi oleh tersangka. Karena itu, polisi masih terus melakukan penyelidikan.
"Dugaan kami demikian (ada keterlibatan orang lain, tapi kami masih dalami," ujar Roby.
Diketahui, aksi yang viral di media sosial itu terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Awalnya, petugas di lapangan menghentikan mobil Toyota Calya yang menggunakan plat nomor D 1640 AHB tersebut. Namun, pengemudi mobil dan perempuan di dalamnya, mengabaikan petugas hingga melawan lawan arah di Jalan Gunung Sahari.
Polisi bahkan sempat melepaskan tembakan peringatan agar pengemudi berhenti. Hingga akhirnya, pengemudi behenti karena terjebak di tengah kemacetan. Sejumlah warga pun melakukan aksi dengan memukul dan memecahkan kaca mobil Toyota Calya berwarna hitam itu.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, ditemukan dua senjata tajam dan satu mainan senjata api (senpi) di dalam mobil itu. Polisi juga menemukan total empat TNKB, termasuk yang di pasang di kendaraan tersebut yang diketahui tidak sesuai.
Dari pengakuan tersangka, yang bersangkutan tidak tahu keberadaan barang-barang itu di mobil. Namun, polisi tidak percaya begitu saja, mengingat keterangan tersangka kerap inkonsisten ketika diinterogasi polisi.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)




