Dianggap Kenakalan Remaja, Kasus Bocah Dipukul Anak Polisi di Depok Berujung Damai

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Kasus penganiayaan terhadap anak laki-laki berinisial F (9) yang salah sasaran oleh R (11), anak polisi di Kota Depok, telah berakhir damai.

“Sudah dilakukan mediasi atau restorative justice, dan kedua belah pihak sudah menerima bahwa memang hal tersebut merupakan salah satu kenakalan remaja,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat ditemui wartawan di Polres Depok, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Kronologi Bocah di Depok Dipukuli gara-gara Balap Lari, padahal Tak Ikutan

Kasus ini berawal dari kedua grup anak-anak di kisaran usia 11-12 tahun yang sepakat mengadakan lomba lari.

Pada lomba yang dilakukan pada Rabu (25/2/2026) malam itu, R kalah. Hal itu memicu emosinya.

R pun memanggil teman-temannya, lalu mengejar salah satu anak laki-laki dari kelompok lawan.

Namun, saat itu mereka melihat F dan menganiaya bocah itu, padahal bukan dia targetnya.

“Diketahui berdasarkan video ataupun rekaman beredar, salah satu orang (korban) diketahui ditarik dan diseret oleh salah satu pelaku,” ujar Made.

Ibu F, Widya, menyebut anaknya korban salah sasaran.

Di Polsek Cimanggis, Widya dipertemukan dengan orangtua para pelaku setelah menerima kabar anaknya dipukul dan diseret hingga 7-8 meter.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima Kompas.com, terdengar jeritan tangis yang berasal dari arah kiri kamera.

Baca juga: Bocah di Depok Dipukul Anak Polisi gara-gara Balap Lari, ternyata Salah Sasaran

Tak kama kemudian, F diseret oleh seorang pemuda dengan dikerumuni beberapa anak laki-laki lainnya.

Bahkan, anak laki-laki yang diduga adalah R terlihat memukul punggung korban menggunakan sendal jepitnya.

“Yang saya tahu dari saksi, anak saya dipukulin sama anak oknum, itu yang pukulin,” ujar Widya, Jumat.

“Sebenarnya mereka minta maaf tapi hanya minta maaf yang begitu. Sedangkan saya kan orangtua, butuh ungkapan maaf yang tulus saja dari pihak sana,” lanjut dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di samping itu, Made membenarkan bahwa salah satu dari total dua terduga pelaku merupakan anak dari oknum polisi di wilayah hukum Polsek Cimanggis.

“Benar, (salah satu pelaku) anak dari anggota kepolisian Polsek Cimanggis,” jelas Made.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Prabowo Bukber dengan Pangeran MBZ Sambil Bahas Kerja Sama
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Langsung Gelar Ratas di Kertanegara usai Lawatan ke Empat Negara
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: PSBS Biak Vs PSIM
• 8 jam lalubola.com
thumb
Garasi Lama, Jam Miliaran: Membaca Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Balik Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
ARTOTEL Casa Kuningan Hadirkan Promo Ramadan, Ada Paket Staycation dan Buffet Iftar Mulai Rp289.000
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.