Prabowo Langsung Gelar Ratas di Kertanegara usai Lawatan ke Empat Negara

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) usai melakukan kunjungan kerja luar negeri.

Prabowo Langsung Gelar Ratas di Kertanegara usai Lawatan ke Empat Negara. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) usai melakukan kunjungan kerja luar negeri. Ratas tersebut digelar di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) sore.

"Beliau akan melaksanakan rapat terbatas. Menjelang berbuka puasa mungkin. Kemudian rapat terbatas sampai berbuka. Kemudian mungkin nanti disambung lagi," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca Juga:
Momen Prabowo Berbuka Puasa Bersama Pangeran MBZ di Abu Dhabi

Teddy tidak merinci siapa saja yang akan hadir dalam ratas tersebut. Termasuk soal yang akan dibahas. Namun, dia menjelaskan, ratas ini digelar selepas Prabowo melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara selama lebih dari sepekan.

"Tadi pagi Bapak Presiden sudah tiba dari kunjungan ke luar negeri. Dari Amerika Serikat, Inggris, Yordania, kemudian UAE," ujar dia.

Baca Juga:
Prabowo dan Raja Abdullah II Dorong Perdamaian di Palestina

Sebagai informasi, negara pertama yang dikunjungi Prabowo yakni Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungannya itu, Prabowo bertemu Presiden AS Donald Trump untuk penandatangan perjanjian dagang serta menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP).

Baca Juga:
Hasil Pertemuan Prabowo dan Pangeran MBZ, PEA Siap Tambah Investasi di Indonesia

Kehadiran Prabowo pada pertemuan BoP menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam pembentukan dan penguatan kerangka kerja BoP, sebagai mekanisme internasional bersifat transisional yang berbasis mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). 

Indonesia menyatakan kesiapan prinsip untuk berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF) dengan mandat yang jelas, parameter operasional yang disepakati, serta selaras dengan hukum internasional dan national caveats Indonesia.

Dukungan terhadap rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza, dengan tetap menghormati hak rakyat Palestina dan visi Solusi Dua Negara.

Usai dari AS, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Inggris. Di London, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dengan perusahaan teknologi Arm Limited. Kerja sama tersebut ditujukan untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis di Indonesia.

Selanjutnya, Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Amman, Yordania. Dalam pertemuannya dengan Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Rabu (25/2/2026), Prabowo berharap Indonesia dan Yordania dapat mewujudkan komitmen perdamaian Palestina melalui koodinasi yang kuat. 

Sementara itu, Prabowo juga melakukan Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Kamis (26/2/2026).

Seskab Teddy mengatakan, Presiden MBZ menerima Prabowo di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi. MBZ juga mengajak Rulers/pemimpin Emirat lainnya untuk menerima Presiden Prabowo.

“Presiden Prabowo mendapat sambutan kehormatan duduk bersama tujuh pimpinan Emirat. Seyogyanya pertemuan tujuh pemimpin Emirat ini dilaksanakan satu tahun sekali. Ketujuh pimpinan tersebut adalah Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden PEA, Emir Dubai sekaligus Perdana Menteri PEA, serta Emir Sharjah, Emir Ajman, Emir Umm Al Quwain, Emir Ras Al Khaimah, dan Emir Fujairah,” tulis Teddy di dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (27/2/2026).

Teddy menerangkan, rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan iftar berbuka puasa bersama, lalu dilanjutkan melaksanakan salat Magrib berjamaah bersama rombongan.

Teddy juga menyebutkan, kedua pemimpin negara melakukan pertemuan empat mata (tête-à-tête) selama lebih dari satu jam. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis.

“Satu, Penguatan kerja sama energi hingga kemitraan ekonomi masa depan. Kedua, PEA menginginkan peningkatan investasi di Indonesia," ujar dia.

Pertemuan ini, kata Teddy, menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI, BNI, Mandiri dan BTN Rajin Bagi Dividen, Siapa Paling Royal?
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hanya Pengondisian Luar Biasa yang Bisa Menyelamatkan Partai Gurem
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Editorial MI: Menata Ulang Efektivitas Demokrasi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Klarifikasi Indy Barends Soal Kondisi Mental Anaknya yang Ngerasa Diabaikan Orang Tua
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Makin Panas, 8 Tentara Afghanistan dan 2 Pasukan Pakistan Tewas dalam Pertempuran
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.