Saatnya Keluar dari Zona Merah: Bonus, Tekanan, dan Mental Juara PSIS Semarang di Kandang Persiba Balikpapan

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SEMARANG — Bagi PSIS Semarang, perjalanan ke Balikpapan kali ini bukan sekadar laga tandang. Ia terasa seperti perjalanan menuju penentuan nasib musim.

Di papan klasemen Pegadaian Championship 2025/2026, posisi Laskar Mahesa Jenar masih belum aman. Zona merah terus membayangi, membuat setiap pertandingan berubah menjadi final kecil yang menentukan arah masa depan klub.

Karena itu, duel melawan Persiba Balikpapan di Stadion Batakan pada Minggu (1/3) memiliki makna lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah kesempatan keluar dari tekanan panjang yang menghantui sejak awal musim.

Dan manajemen PSIS memahami betul situasi tersebut.

Menjelang keberangkatan tim, manajemen memberikan suntikan motivasi tambahan: bonus khusus jika PSIS mampu menang di Balikpapan.

Asisten Manajer PSIS, Moch. Reza Handhika, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar insentif finansial, melainkan bentuk dukungan moral kepada seluruh elemen tim.

“Manajemen berkomitmen menyiapkan bonus spesial bagi seluruh elemen tim jika mampu meraih kemenangan,” ujarnya.

Dalam sepak bola modern, bonus sering dianggap hal biasa. Namun dalam situasi tim yang sedang berjuang menghindari degradasi, ia memiliki arti berbeda. Bonus menjadi simbol kepercayaan—bahwa klub masih berdiri penuh di belakang pemainnya.

Pesannya jelas: perjuangan ini dilakukan bersama.

PSIS datang dengan modal yang cukup penting—atmosfer ruang ganti yang kembali positif setelah hasil baik di laga sebelumnya. Pelatih Andri Ramawi melihat perubahan psikologis dalam timnya.

“Secara psikis dan kondisi umum tim sangat baik,” katanya.

Namun ia segera menambahkan peringatan.

Percaya diri boleh, terlena tidak.

Sebab lawan yang dihadapi bukan tim tanpa ancaman. Persiba Balikpapan justru berada dalam situasi yang hampir serupa: hasil kurang maksimal dalam dua pertandingan terakhir membuat mereka lapar kemenangan, terlebih bermain di hadapan publik sendiri.

Stadion Batakan bukan tempat yang ramah bagi tim tamu.

Tekanan suporter, atmosfer pertandingan malam, serta energi tuan rumah sering kali mengubah jalannya laga.

Bagi PSIS, ujian terbesar bukan hanya taktik, tetapi ketahanan mental.

Dalam beberapa pekan terakhir, PSIS menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Intensitas latihan meningkat, kompetisi internal antar pemain semakin terasa, bahkan tensi emosional di sesi latihan sempat memanas—sebuah pertanda bahwa skuad mulai merasakan urgensi situasi.

Tim yang nyaman jarang berdebat keras di latihan.

Tim yang sedang berjuang justru sebaliknya.

Setiap duel menjadi serius. Setiap kesalahan terasa mahal. Setiap pemain ingin membuktikan dirinya layak menjadi bagian dari solusi.

Mentalitas inilah yang kini coba dibangun Andri Ramawi: mental juara, bahkan ketika tim belum berada di posisi juara.

Nama-nama senior seperti Otavio Dutra diharapkan menjadi jangkar stabilitas di tengah tekanan. Pengalaman mereka dibutuhkan untuk menjaga fokus tim ketika pertandingan memasuki fase kritis.

Sebab laga seperti ini sering ditentukan bukan oleh strategi paling rumit, melainkan oleh momen kecil—satu tekel tepat waktu, satu keputusan cepat, atau satu gol yang mengubah arah musim.

PSIS memahami bahwa kemenangan di Balikpapan bisa menjadi titik balik.

Tiga poin bukan hanya mengangkat posisi klasemen, tetapi juga mengubah narasi musim: dari tim yang bertahan hidup menjadi tim yang kembali percaya diri.

Sepak bola selalu menyimpan ironi. Tim yang paling tertekan sering justru bermain paling berani.

Kini PSIS berada di persimpangan itu.

Bonus telah disiapkan. Motivasi telah diberikan. Atmosfer tim mulai membaik. Namun pada akhirnya, semua kembali pada 90 menit di atas lapangan.

Apakah Mahesa Jenar mampu keluar dari zona merah?

Jawabannya bukan hanya soal skor akhir, melainkan tentang apakah mereka benar-benar siap bermain dengan mental juara—bahkan ketika posisi mereka belum aman.

Di Balikpapan nanti, PSIS tidak hanya bermain untuk menang.

Mereka bermain untuk bertahan hidup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 465, Hari Ini Jumat 27 FEBRUARI 2026: Rahasia Devon Terkuak, Elite Squad Langsung Siaga
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemprov Jawa Timur Buka 54 Posko THR Keagamaan 2026 untuk Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Polemik Padel Bising Ganggu Warga Berujung Protes dan Gugatan | BU
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Ramadan Penuh Haru, Ruben Onsu Ungkap Betrand Peto Sengaja Tak Tidur Demi Bangunkan Sahur
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
• 16 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.