Awan Piringan Berlapis Muncul di Puncak Gunung Slamet, Ini Kata BMKG

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Brebes: Warga di sejumlah daerah sekitar Gunung Slamet, termasuk Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga, dihebohkan oleh kemunculan awan unik. Awan itu berbentuk piringan berlapis yang melingkar dan seolah memayungi gunung setinggi 3.432 meter tersebut.

Awan piringan berwarna kemerahan pada sore hari menjelang berbuka puasa itu mengejutkan warga. Banyak yang terkagum-kagum dan bertanya-tanya tentang tanda-tanda alam yang muncul dalam fenomena langka ini.

"Tampak bagus, tapi itu pertanda apa ya," ucap Budi, warga Bumijawa, Brebes, dilansir dari Media Indonesia, Jumat, 27 Februari 2026. 
 

Baca Juga :

Jenazah Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Hal tersebut juga diungkapkan Kosasih, warga Pulosari, Pemalang, yang mengaku baru pertama kali melihat fenomena awan piringan berlapis di atas Gunung Slamet. Ia mengaku khawatir fenomena tersebut menandai bencana atau perubahan alam, apalagi gunung itu baru saja heboh karena pendaki hilang ditemukan meninggal.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa mengatakan awan piringan dikenal sebagai awan lenticularis atau awan lentikular. Fenomena alam ini biasa terjadi di atas puncak gunung dan tidak akan menimbulkan bencana besar.

"Awan berbentuk piringan itu muncul karena sedang ada angin kencang di lapisan atas atmosfer, terutama di atas gunung tersebut," ujar Ferry.

Menurut Ferry, kemunculan awan lenticularis bisa berdampak besar bagi dunia penerbangan. Pesawat yang melintasinya berisiko mengalami turbulensi kuat, sehingga pilot biasanya menghindari awan tersebut.


Gunung Slamet. Foto: MI/Akhmad Safuan


Selain itu, munculnya awan piringan berlapis, kata Ferry, menjadi peringatan bagi para pendaki Gunung Slamet untuk berhati-hati. Awan lentikular ini menandakan kemungkinan akan terjadi angin kencang di wilayah pegunungan tersebut.

"Munculnya awan lenticularis biasanya terjadi di saat musim pancaroba, tetapi awan ini juga bisa muncul pula saat puncak musim hujan seperti saat ini," tambahnya.

Kemunculan awan piringan berlapis umumnya hanya berlangsung singkat, sekitar 5–20 menit. Setelah itu, awan kembali seperti biasa, dan fenomena ini bisa terjadi pagi, siang, maupun sore hari.

"Warga berada di gunung mengalami fenomena itu tidak perlu panik," imbuhnya. (MI/Akhmad Safuan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indah Kurniawati Tekankan Pemenuhan Gizi dan Penguatan Keluarga dalam Sosialisasi Program MBG di Sidoarjo
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Ombudsman Kepri Ingatkan Pembayaran THR 2026 Tepat Waktu
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sekjen PBB Minta Afghanistan dan Pakistan untuk Menahan Diri
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anaknya Divonis 15 Tahun Penjara, Riza Chalid Masih Buron
• 17 jam laludetik.com
thumb
Jangan Tergiur Harga Murah! Ini Alasan Toksin Botulinum Daewoong Jadi Rekomendasi Dokter
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.