Waspadai Kaki Mati Rasa, Bisa Jadi Awal Komplikasi Berat Penyakit Diabetes

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan jumlah kasus yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Penyakit ini kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari hingga muncul komplikasi serius. 

Salah satu komplikasi yang patut diwaspadai adalah kaki diabetes, kondisi yang dapat berujung pada amputasi jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Scroll untuk info lebih lanjut...

Baca Juga :
Ngeri! Luka Kecil di Kaki Penyandang Diabetes Bisa Berujung Amputasi, Ini Kata Dokter
Sahur Aman untuk Pasien Diabetes Begini Cara Olah Nasi agar Gula Tak Melonjak

Dr. Wirawan Hambali, Sp. P.D, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Pondok Indah (RSPI) – Puri Indah, mengatakan, diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai kerusakan organ, termasuk saraf dan pembuluh darah di area kaki. Kondisi inilah yang menjadi pintu masuk terjadinya luka kronis hingga infeksi berat.

“Diabetes melitus, atau yang lebih dikenal dengan diabetes, jika tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah kaki diabetes yang dapat berujung amputasi jika tidak ditangani dengan tepat, segera,” kata dr. Wirawan saat temu media di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Diabetes melitus sendiri merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Penyakit ini terbagi dalam beberapa tipe, yaitu tipe 1, tipe 2, diabetes gestasional, serta tipe spesifik lain yang berkaitan dengan penyebab tertentu seperti kelainan genetik atau efek obat-obatan.

Pada tahap awal, gejala diabetes sering kali tidak spesifik. "Beberapa tanda yang umum antara lain penurunan berat badan tanpa sebab jelas, sering merasa lapar (polifagia), sering buang air kecil (poliuria), dan mudah haus (polidipsia). Namun, banyak penderita tidak menyadari kondisi ini hingga terjadi komplikasi," jelasnya. 

Salah satu komplikasi jangka panjang yang paling sering terjadi adalah kaki diabetes atau Diabetic Foot Ulcer (DFU). Diperkirakan, sekitar 15 persen pasien diabetes mengalami kondisi ini, dan sekitar 85 persen kasus amputasi tungkai bawah berkaitan dengan diabetes.

“Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati diabetik) dan penurunan sirkulasi darah di kaki, sehingga membuat kaki rentan terkena infeksi dan luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh,” ungkap dr. Wirawan. 

Baca Juga :
Kenapa Tubuh Lemas di Awal Diet? Normalkah?
Sering Mengantuk Setelah Makan Siang, Benarkah Bisa Jadi Tanda Diabetes?
Riset: Pengobatan Obesitas Bantu Kurangi Konsumsi Alkohol dan Rokok, Kok Bisa?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erick Thohir Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Cabor Panjat Tebing
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Penajam ajak warga selamatkan lingkungan dari pencemaran sampah
• 8 menit laluantaranews.com
thumb
Heboh Kabar Taman Kota Cawang Diduga jadi Tempat Prostitusi, Camat Buka Suara
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Resmi Dibuka! Jakarta Light Festival Ramadan di Bundaran HI Dipadati Warga | KOMPAS MALAM
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mengenal Al-Sattari, Dubes Palestina untuk Indonesia pertama dari Gaza
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.