REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Muhdi, menekankan pentingnya pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dengan kreativitas yang sesuai dengan kearifan lokal masing-masing wilayah. Hal ini disampaikan Muhdi saat gelaran pasar murah di Kabupaten Semarang, Jumat.
Dalam acara yang bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini, Muhdi menyoroti bahwa koperasi tidak seharusnya terikat ketat pada program prioritas pemerintah. Ia mencontohkan rencana menjadikan koperasi sebagai agen elpiji yang dirasa kurang tepat karena sudah banyak agen elpiji di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga menilai bahwa pembukaan apotek oleh koperasi mungkin tidak diperlukan jika di daerah tersebut sudah tersedia apotek. Menurutnya, diperlukan kreativitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal untuk memastikan keberhasilan koperasi.
Muhdi mengapresiasi kesiapan masyarakat Kecamatan Leyangan dalam mengoperasikan Koperasi Merah Putih, mengingat gerai sudah siap digunakan. Ia berharap agar operasional koperasi tidak mengganggu rencana pembangunan desa yang sudah direncanakan dengan dana desa.
Untuk menghindari potensi konflik, ia menyarankan seluruh jajaran pengurus koperasi dan perangkat desa untuk menyosialisasikan program-program koperasi kepada masyarakat. "Ini agar tidak berlarut-larut. Maka saya betul-betul mendorong agar Pak Kades, Pak RT, RW menyatu memastikan bahwa koperasi kan milik warga itu sendiri," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada kesempatan pasar murah tersebut, tersedia 250 paket sembako dengan harga diskon dari Rp105.000 menjadi Rp50.000 per paket, memberikan potongan harga sekitar 40 persen.