Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
JAKARTA, KOMPAS.TV -- Presiden Donald Trump bersikeras mempertahankan kebijakan tarif resiprokal, meskipun telah dibatalkan Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Dengan mencari landasan legal lain, Trump mengancam akan menjatuhkan tarif lebih tinggi, jika ada negara yang mundur atau mengubah kesepakatan.
Waketum Kadin Bidang Perdagangan dan Perjanjian Internasional, Pahala Mansury, memandang kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat sebagai langkah realistis demi menjaga daya saing industri dalam negeri.
Namun pandangan berbeda disampaikan Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSRec, Pratama Persadha. Ia menyoroti klausul transfer data dalam kesepakatan yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan digital Indonesia.
Sementara itu, eks Duta Besar RI untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti menilai kesepakatan tersebut bukan sekadar soal dagang, melainkan sarat tekanan politik.
Baca Juga: Kadin, INDEF, hingga Eks Dubes RI Bicara Dampak Kesepakatan Tarif Trump | BOLA LIAR
Penulis : Dian-Septina
Sumber : Kompas TV
- trump
- tarif trump
- as-indonesia
- kesepakatan dagang as
- presiden as trump
- prabowo





