KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, akan dilakukan secara bertahap. Hingga kini, rencana pengiriman tersebut masih menunggu proses finalisasi.
"Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu," kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dikutip dari Antara, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, pengerahan bertahap merupakan hal yang lazim dalam operasional pasukan penjaga perdamaian. Hal itu juga berlaku bagi personel RI yang akan bertugas dalam ISF.
Baca juga : Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB António Guterres Bahas Palestina dan Board of Peace
Menurut Yvonne, aspek teknis pengerahan pasukan ke Gaza masih dimatangkan Kemlu bersama sejumlah pihak terkait, termasuk TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pembahasan tersebut mencakup batasan mandat (caveat) dalam penugasan, dengan penekanan pada misi non-tempur dan bukan untuk demiliterisasi.
Yvonne menegaskan Kemlu terlibat aktif bersama Kemhan dalam seluruh proses perencanaan pengerahan pasukan RI untuk misi kemanusiaan di Gaza.
"Semua akan ada tahapannya dan teknisnya juga dirancang bersama rekan di Kemhan, proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih dalam proses," ujarnya.
Baca juga : TNI Siap Dikerahkan ke Gaza, Pemerintah Tekankan Misi Kemanusiaan dan Perlindungan Sipil
Sebelumnya, dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington pada 19 Februari, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan sedikitnya 8.000 personel untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza.
Sementara itu, laporan portal berita Asharq Al-Awsat menyebut kelompok pertama pasukan ISF kemungkinan akan dikirim ke Gaza pada awal April. Media tersebut mengutip mediator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah.
Bahbah menyatakan pasukan Indonesia akan ditempatkan di bagian selatan Jalur Gaza, sedangkan unit dari negara lain akan bertanggung jawab atas wilayah lainnya.
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," katanya, Kamis (26/2).
(Ant/P-4)





